JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah kemunculan makanan dan minuman viral yang silih berganti memenuhi media sosial, masih ada pembeli yang berhenti di sebuah gerobak sederhana demi menikmati seporsi kue rangi hangat.
Bukan karena tampilannya yang menarik untuk diunggah ke internet, melainkan karena rasa yang tetap sama sejak puluhan tahun lalu dan kenangan masa kecil yang kembali hadir di setiap gigitannya.
Bagi sebagian warga Jakarta, kue rangi bukan sekadar jajanan tradisional khas Betawi.
Kudapan berbahan dasar parutan kelapa dan tepung sagu yang disiram saus gula merah itu menjadi pengingat akan masa ketika jajanan kaki lima mudah ditemukan di sudut-sudut permukiman.
Meski kini keberadaannya semakin jarang, pembeli setianya masih terus datang, bahkan mulai muncul pelanggan dari kalangan anak muda yang mengenalnya melalui media sosial.
Salah satunya Firza (48). Ibu rumah tangga itu mengaku sudah mengenal kue rangi sejak masih duduk di bangku sekolah dasar.
Hingga kini, setiap kali melewati kawasan Ragunan, Jakarta Selatan, ia selalu menyempatkan diri membeli jajanan tersebut.
Menurut Firza, daya tarik kue rangi tidak pernah berubah meski pilihan kuliner saat ini semakin beragam.
Perpaduan rasa gurih dari kelapa dengan manisnya gula merah menjadi cita rasa yang sulit ditemukan pada jajanan modern.
Aroma kelapa yang dipanggang di atas bara arang juga menjadi ciri khas yang selalu mengingatkannya pada masa kecil.
"Kalau makan kue rangi rasanya seperti kembali ke zaman dulu. Sekarang memang banyak makanan baru, tapi rasa seperti ini tidak tergantikan," ujar Firza saat ditemui Kompas.com di salah satu lapak pedagang kue rangi, Senin (6/7/2026).
Hal senada disampaikan Dewi (56), seorang karyawan swasta yang mengaku rutin membeli kue rangi dua hingga tiga kali dalam sebulan ketika melintas di kawasan Jalan Harsono.
Baginya, pengalaman menikmati kue rangi bukan hanya soal rasa, tetapi juga proses pembuatannya yang masih dilakukan secara langsung di hadapan pembeli.
Menurut Dewi, menunggu adonan matang di atas cetakan besi lalu melihat pedagang menyiramkan saus gula merah hangat menjadi pengalaman yang tidak bisa diperoleh dari jajanan modern yang sebagian besar sudah disiapkan sebelumnya.
Ia menilai resep tradisional yang dipertahankan pedagang justru menjadi kekuatan utama kue rangi.
"Kalau kemasannya diperbaiki atau pemasarannya dibuat lebih modern tidak masalah. Tapi resep dan cara memasaknya jangan berubah karena itu yang dicari pembeli," kata dia.
Di sisi lain, kue rangi juga mulai menarik perhatian generasi muda yang sebelumnya tidak akrab dengan jajanan tradisional Betawi tersebut.
Dean (22), mahasiswa, mengaku baru mengetahui keberadaan kue rangi setelah melihat sejumlah konten di media sosial yang membahas kuliner khas Jakarta.
Rasa penasaran membawanya mencoba langsung jajanan itu di kawasan Ragunan.
Ekspektasinya semula berbeda. Ia mengira kue rangi akan memiliki rasa yang sangat manis sebagaimana jajanan tradisional lain.
Namun setelah mencicipinya, justru rasa gurih kelapa yang lebih dominan dengan saus gula merah yang tidak berlebihan membuatnya ingin membeli lagi.
Menurut Dean, proses memasak secara langsung menjadi nilai tambah yang membuat pengalaman membeli kue rangi berbeda dari jajanan kekinian.
Ia menilai kuliner tradisional seperti kue rangi masih berpeluang diminati anak muda apabila dipromosikan lebih luas melalui media sosial, terutama dengan memperkenalkan cerita sejarah dan proses pembuatannya.
"Kalau tahu cerita di balik makanannya, orang jadi lebih tertarik mencoba," ujar Dean.
Kesamaan alasan para pembeli itu menunjukkan bahwa kekuatan kue rangi bukan terletak pada tren sesaat.
Mereka datang karena cita rasa yang konsisten, pengalaman menikmati makanan yang dibuat langsung di depan mata, hingga kenangan yang melekat sejak puluhan tahun lalu.
Aroma kelapa bakar yang khas
Senin (6/7/2026) sore, aroma kelapa bakar dan gula merah tercium dari sebuah gerobak kue rangi yang mangkal di tepi Jalan Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan.
Gerobak berbahan logam bertuliskan "KUE RANGI" diparkir di sisi trotoar dekat jalur sepeda. Satu porsi kue rangi dijual seharga Rp13.000.
Nikmati Fitur Lengkap KARIN dengan KOMPAS.com PLUS
Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.