Kronologi Mentan Amran Sulaiman Diteriaki Mahasiswa di IAIN Gorontalo

Kronologi Mentan Amran Sulaiman Diteriaki Mahasiswa di IAIN Gorontalo

GORONTALO, KOMPAS.com - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendapat interupsi dari seorang mahasiswa saat menghadiri kegiatan bertajuk Urgensi Hilirisasi dan Inovasi Terapan Berbasis Ekoteologi di IAIN Sultan Amai Gorontalo, Sabtu (20/6/2026).

Momen tersebut terekam video dan belakangan ramai beredar di media sosial. Dalam rekaman yang viral, seorang mahasiswa menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Amran menggunakan pengeras suara saat rangkaian acara masih berlangsung.

Peristiwa itu terjadi setelah Amran menyampaikan tausiyah di hadapan pimpinan kampus dan mahasiswa.

Kronologi Amran Diteriaki Mahasiswa

Pada awal acara, Amran memberikan motivasi kepada mahasiswa agar berani mengubah pola pikir jika ingin mengubah masa depan mereka.

Ia juga menyampaikan bahwa mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk meraih kesuksesan setelah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi.

Dalam kesempatan itu, Amran turut menceritakan perjalanan hidupnya saat masih kecil. 

Ia mengaku pernah bekerja sebagai pemecah batu gunung ketika masih duduk di bangku kelas 5 SD.

Menurutnya, kondisi ekonomi yang sulit tidak boleh menjadi alasan untuk menyerah.

"Pasti bisa. Kalau mau kaya gampang, rubah tuh kebiasaannya, habit-nya kebiasaan tiap hari datang terlambat," ujar Amran dikutip dari kanal YouTube IAIN Gorontalo Official, Sabtu.

Setelah sesi motivasi selesai, Amran mengundang sejumlah mahasiswa yatim piatu ke atas panggung. 

Ia juga melayani pertanyaan dari tiga mahasiswa yang menyinggung regenerasi petani, program hilirisasi yang berkaitan dengan sektor pertanian, serta penerapan B50.

Saat itu, Amran mengatakan bahwa hilirisasi yang dilakukan pemerintah menguntungkan petani.

"Karena petani yang berkebun ada plasma, ada inti. Tetapi yang dilakukan pemerintah yang 870.000 hektar itu seluruhnya untuk petani. Tidak ada korporasi. Ini 9 triliun. Silakan yang mau tanam kakao, mente, kelapa ada dan gratis. Ini adalah program presiden nih. Ini bibitnya itu gratis semua untuk rakyat," tutur Amran.

Rangkaian acara kemudian berlanjut ke sesi penyerahan plakat.

Saat prosesi berlangsung, seorang mahasiswa IAIN Sultan Amai Gorontalo asal Kecamatan Popayato Barat bernama Husna Rupu tiba-tiba menyampaikan aspirasi menggunakan pengeras suara.