Kronologi Kelompok Remaja Curi Motor Saat Hendak Tawuran di Duren Sawit Jaktim

Kronologi Kelompok Remaja Curi Motor Saat Hendak Tawuran di Duren Sawit Jaktim

JAKARTA, KOMPAS.com - Polres Metro Jakarta Timur mengungkap kronologi pencurian sepeda motor yang dilakukan sekelompok remaja yang hendak tawuran di wilayah Duren Sawit, Jakarta Timur.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Timur AKP Made Budi menjelaskan, peristiwa bermula saat korban bernama Lukman dan Arya hendak menuju sebuah minimarket untuk mengambil uang di anjungan tunai mandiri (ATM) menggunakan sepeda motor.

"Saat Lukman dan Arya ingin mengambil uang di minimarket, di perjalanan Arya melihat kurang lebih ada 10 orang yang diduga pelaku menggunakan enam unit motor yang sedang nongkrong membawa sajam (senjata tajam) jenis celurit dan meneriakan korban dan Arya dengan berkata 'ini nih orangnya," kata Made saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Jumat (3/7/2026).

Saat melihat sekelompok remaja membawa sajam, Lukman dan Arya langsung tancap gas dan berusaha menjauhi lokasi untuk menyelamatkan diri.

Namun, para pelaku tetap mengejar mereka menggunakan sepeda motor hingga melakukan pemukulan.

"Saat terjadi kejar-kejaran, korban Lukman dipukul oleh salah satu rekan pelaku atas nama Tegar, hingga korban dan Arya menabrak tiang listrik di TKP dan terjatuh," ungkap Made.

Setelah terjatuh dari sepeda motor, kedua korban langsung berlari meninggalkan lokasi. Sementara itu, sepeda motor yang mereka gunakan ditinggalkan di tempat kejadian.

"Korban meninggalkan sepeda motor yang digunakan, lalu motor tersebut dibawa oleh pelaku TPR alias BULE. Atas kejadian tersebut, saksi melaporkanya ke Polsek Duren Sawit," ungkapnya.

Made memastikan polisi telah menangkap salah satu pelaku berinisial TPR alias BULE (17) di wilayah Pulogadung, Jakarta Timur, pada Selasa (30/6/2026) pukul 01.30 WIB.

"Untuk pelaku lainnya, Tegar, belum diamankan, dia memiliki peran saat mengejar korban, melakukan pemukulan hingga korban menabrak tiang listrik dan terjatuh. Koordinasi dengan Sentra Handayani untuk penanganan ABH (anak berhadapan hukum)," jelas Made.

Ia menjelaskan, TPR dan teman-temannya diduga hendak mencari lawan tawuran sebelum beraksi.

"Mereka itu secara berkelompok membawa sepeda motor, berjumlah enam sepeda motor, hendak melakukan tawuran. Pada saat itu bertemu dengan korban yang sedang berboncengan sepeda motor," tutur Made.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Nikmati Fitur Lengkap KARIN dengan KOMPAS.com PLUS

Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.