Komentar Pedri soal Peluang Julian Alvarez Gabung Barcelona

Komentar Pedri soal Peluang Julian Alvarez Gabung Barcelona

KOMPAS.com - Pemain Argentina, Julian Alvarez, secara mengejutkan dilaporkan mengajukan permintaan untuk dimasukkan ke daftar jual oleh Atletico Madrid pada bursa transfer musim panas ini.

Keputusan Julian Alvarez untuk mengejar "impiannya" ini memicu spekulasi luas di kalangan pecinta sepak bola mengenai kepindahannya ke raksasa Barcelona.

Menanggapi isu yang tengah hangat di Liga Spanyol (LaLiga) tersebut, bintang lini tengah Barcelona, Pedri, akhirnya angkat bicara.

Meskipun ia mengakui kualitas Julian Alvarez, ia menyadari bahwa proses kepindahan di LaLiga tidaklah sesederhana yang dibayangkan karena melibatkan banyak aspek administratif dan finansial.

Respon Diplomatik Pedri

Pedri memberikan tanggapan terukur saat diwawancarai oleh Teledeporte mengenai rumor kepindahan tersebut.

Ia tidak memungkiri ketertarikan untuk bermain bersama bintang-bintang top guna memperkuat timnya.

"Sebagai pemain, saya sangat menyukai Julian, dan saya selalu mengatakan bahwa saya menginginkan pemain-pemain terbaik di Barcelona," kata Pedri dikutip dari Barca Universal, Kamis (25/6/2026).

Namun, ia sadar akan kompleksitas situasi yang terjadi.

Pedri pun menegaskan posisinya untuk tetap profesional dan menghormati proses yang sedang berjalan.

"Tetapi banyak hal yang perlu terjadi agar hal itu bisa terwujud," lanjut gelandang kelahiran Tegueste pada 25 November 2022.

"Saya tidak ingin ikut campur dalam urusan klub atau pemain. Jika kesepakatan tercapai dan itu terjadi, maka selamat bergabung."

Kritik Tajam Roy Keane

Di sisi lain, sikap Julian Alvarez menuai kecaman pedas dari legenda Manchester United, Roy Keane.

Sang legenda tidak segan melontarkan kritik atas cara pemain tersebut berkomunikasi ke publik terkait keinginannya hengkang.

"Anda tidak akan pernah melihat profesional sejati memaksakan tindakan seperti ini… Julian perlu belajar untuk menunjukkan rasa hormat," ungkap Keane.

Keane menyoroti kurangnya profesionalisme yang dinilai tidak menghargai klub yang saat ini mengikatnya dalam kontrak.