Ketua DPRD TTU Ungkap Curhatan dr Icha Saat Dijenguk di RS: Hilang Kepercayaan Diri Jadi Dokter

Ketua DPRD TTU Ungkap Curhatan dr Icha Saat Dijenguk di RS: Hilang Kepercayaan Diri Jadi Dokter

TIMOR TENGAH UTARA, KOMPAS.com – Ketua DPRD Timor Tengah Utara (TTU), Kristoforus Efi mengungkapkan isi curhatan dr Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr Icha saat dijenguk.

Adapun Kristoforus mengaku sempat menjenguk dr Icha ketika menjalani perawatan di RS Leona Kefamenanu pada 17 Juni 2026 lalu.

Momen itu setelah keluarga dr Icha melaporkan secara lisan ke Kantor DPRD TTU terkait dugaan intimidasi yang dilakukan tiga anggota dewan.

Kristoforus mengatakan, dr Icha tidak menjelaskan secara detail tentang kata-kata yang dikolantarkan oleh anggota DPRD TTU saat dugaan intimidasi terjadi.

"Hanya beliau menyampaikan bahwa, mereka dengan nada kasar memprotes bahwa kenapa tidak begini, kenapa tidak begini. Padahal yang saya sampaikan sudah sesuai SOP dan sudah konsultasi dengan satu-satunya dokter ahli bisa," ujarnya usai diperiksa di Polres TTU, Sabtu (4/7/2026), dilansir dari PosKupang.

Mengaku Sudah Hilang Kepercayaan Diri

Menurut Kristoforus, kejadian dugaan intimidasi itu telah membuat kepercayaan diri dr Icha seakan hilang.

"Dokter Icha menyampaikan kepada saya bahwa dia hilang kepercayaan (diri) untuk menjadi dokter lagi karena, dia seolah-olah (dituding) melakukan kesalahan besar. Padahal, dia (Dokter Icha) sudah melakukan itu sesuai SOP dan sudah dikonsultasikan dengan satu-satunya ahli bisa di Indonesia, Dokter Tri Maharani," terangnya.

Lanjut dia, dr Icha mengaku malu terhadap sejumlah pasien dan keluarga yang berada di dalam IGD serta melihat kejadian dugaan intimidasi tersebut jika kembali bertugas sebagai dokter.

Kristoforus menyebut bahwa saat itu dr Icha juga mengaku telah mencoba mengakhiri hidup sebanyak tiga kali.

Namun, Kristoforus lantas memberikan peneguhan kepada dr Icha agar tidak melakukan hal tersebut kembali.

Ia juga berharap agar dr Icha segera pulih dan bisa kembali melayani masyarakat. Pasalnya, masyarakat TTU juga sangat membutuhkan jasa dari dr Icha.

Atas nama lembaga DPRD TTU, Kristoforus juga menyampaikan permohonan maaf kepada dr Icha bersama keluarga dan menyesalkan hal itu bisa terjadi.

Ketua DPRD TTU Diperiksa Polisi 1,5 Jam

Diketahui, Kristoforus telah memenuhi panggilan penyidik untuk memberikan keterangan di Markas Polres TTU pada Sabtu (4/7/2026).

Menurut dia, dari unsur pimpinan DPRD TTU, hanya dirinya yang dimintai keterangan oleh penyidik.

Kristoforus mengatakan, penyidik menggali informasi mengenai pertemuannya dengan Dokter Icha saat korban menjalani perawatan di Rumah Sakit Leona, Kefamenanu.