Kesaksian Penumpang KMP Mutiara Sentosa 2: Terpisah Saat Lompat ke Laut, 1 Belum Ditemukan

Kesaksian Penumpang KMP Mutiara Sentosa 2: Terpisah Saat Lompat ke Laut, 1 Belum Ditemukan

SURABAYA, KOMPAS.com - Satu dari enam anggota rombongan asal Tulungagung, Jawa Timur, masih belum diketahui keberadaannya setelah KMP Mutiara Sentosa 2 terbakar di Perairan Sumenep, Madura, Jawa Timur, Minggu (2/8/2026).

Rombongan tersebut berada di KMP Mutiara Sentosa 2 untuk mengirim barang ke Makassar. Saat kebakaran terjadi, mereka sempat berkumpul di bagian depan kapal sebelum melompat ke laut untuk menyelamatkan diri.

Salah satu anggota rombongan, Ahmad, mengatakan dirinya bersama lima anggota lainnya sedang berada di kamar dan sarapan ketika melihat asap dari bagian bawah kapal.

"Waktu itu baru saja bangun, kami masih ada di kamar, sambil sarapan. Tahunya itu sudah ada asap. Langsung kami tanya, kok ada asap, ternyata ada kebakaran," ungkap Ahmad saat ditemui di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Senin (3/8/2026).

Setelah mengetahui adanya kebakaran, Ahmad dan penumpang lainnya diarahkan keluar dari kamar dan menuju bagian depan kapal.

"Ada yang mengarahkan untuk keluar dari kamar dan segera menuju ke bagian depan kapal," katanya.

Sesampainya di bagian depan, para penumpang menunggu kapal lain mendekat untuk membantu proses evakuasi. Mereka kemudian mendapat instruksi untuk melompat ke laut.

"Cuma kan kami nunggu kapal yang mendekat dulu, baru kami disuruh loncat," ujarnya.

Ahmad mengatakan seluruh anggota rombongannya sempat menggunakan pelampung. Namun, mereka tidak melompat ke laut secara bersamaan sehingga terpisah saat proses evakuasi.

"Ini ada enam orang. Satu belum tahu, entah ikut kapal lain atau belum tahu kabarnya," kata Ahmad.

Hingga tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, Ahmad belum mendapat kepastian mengenai keberadaan satu anggota rombongannya tersebut. Ia juga belum mengetahui apakah orang tersebut berhasil dievakuasi menggunakan kapal lain.

Asap memenuhi kapal

Kesaksian serupa disampaikan Bambang, anggota rombongan lainnya. Ia mengatakan asap pertama kali terlihat dari bagian bawah kapal sebelum kemudian memenuhi bagian atas kapal.

"Tiba-tiba asap. Tahu-tahu di atas juga sudah penuh, enggak ada yang berani," ujar Bambang.

Bambang mengatakan para penumpang kemudian bergerak menuju bagian depan kapal karena api mulai menjalar dari bagian tengah ke belakang.

"Penumpang ke depan semuanya. Kan soalnya dari tengah terus ke belakang. Terus otomatis kumpul ke depan dulu," katanya.