Table of Content
1. Cara tubuh mengatur suhu saat infeksi terjadi
2. Kenapa demam membuat tubuh menggigil
3. Suhu yang lebih tinggi bisa membantu melawan infeksi
4. Demam sudah menjadi bagian dari pertahanan tubuh selama jutaan tahun
5. Kapan demam perlu diwaspadai?
Meskipun demam dapat membantu tubuh melawan infeksi, tetapi bukan berarti makin tinggi suhu tubuh akan smakin baik. Demam yang sangat tinggi atau berlangsung terlalu lama dapat membebani tubuh dan berpotensi berbahaya, terutama pada bayi, lansia, serta orang dengan kondisi kesehatan tertentu.
Suhu tubuh di atas 40 derajat Celsius perlu mendapat perhatian medis. Demam yang tidak kunjung membaik, disertai gejala berat, atau terjadi pada kelompok yang rentan juga sebaiknya diperiksakan ke dokter.
Jadi, tubuh bisa demam saat melawan infeksi karena demam merupakan salah satu strategi pertahanan alami tubuh. Ketika suhu tubuh meningkat, beberapa patogen dapat lebih sulit berkembang biak, sementara sistem kekebalan tubuh bisa bekerja lebih aktif untuk mengatasi infeksi. Meski begitu, demam tetap perlu dipantau karena suhu yang terlalu tinggi atau berlangsung terlalu lama dapat menjadi tanda kondisi yang lebih serius.
Evans, S. S., Repasky, E. A., & Fisher, D. T. (2015). Fever and the thermal regulation of immunity: The immune system feels the heat. Nature Reviews Immunology, 15, 335–349. https://doi.org/10.1038/nri3843.
HowStuffWorks. Diakses pada Juli 2026. "Why Does Your Body Temperature Rise When You Have a Virus Such as the Flu?"
Live Science. Diakses pada Juli 2026. "What Happens in Your Body During a Fever?"
Medical News Today. Diakses pada Juli 2026. "Fever: Symptoms, Treatments, Types, and Causes."