JAKARTA, KOMPAS.com – Gangguan kesehatan mental menjadi salah satu persoalan yang semakin banyak ditemukan di berbagai lapisan masyarakat.
Tidak hanya dialami oleh orang dewasa, persoalan psikologis juga semakin sering muncul pada remaja hingga anak muda.
Para konselor keluarga menilai perubahan gaya hidup dan dinamika sosial dalam beberapa tahun terakhir membuat tantangan yang dihadapi masyarakat semakin kompleks.
Kondisi tersebut turut memengaruhi kesehatan mental seseorang, bahkan memicu munculnya gangguan kecemasan, depresi, hingga risiko bunuh diri apabila tidak ditangani sejak dini.
Konflik rumah tangga masih menjadi persoalan yang paling banyak ditemui
Konselor dari LSP Konselor Keluarga Kreatif (LSP KKK), Supeno Lembang, mengatakan bahwa sebagian besar kasus yang datang ke ruang konseling masih didominasi persoalan keluarga.
Menurutnya, konflik yang tampak sederhana sering kali berkembang menjadi masalah yang lebih besar karena dipengaruhi berbagai faktor, terutama persoalan ekonomi dan hilangnya kepercayaan di antara anggota keluarga.
Supeno menjelaskan, tekanan finansial dapat memicu pertengkaran berkepanjangan dalam rumah tangga.
Di sisi lain, ketidakjujuran antarpasangan juga menjadi penyebab yang kerap memperburuk hubungan hingga akhirnya mendorong mereka mencari bantuan profesional.
“Masalah paling sering saya ditemuin adalah masalah keluarga. Menurut saya masalah keluarga yang berkaitan dengan ekonomi, masalah ketidakjujuran itu cukup mendominasi,” katanya dalam Pastoral Care Conference (PCC) 2026 oleh LSP Konselor Keluarga Kreatif (LSP KKK), di Jakarta Pusat, Sabtu (25/7/2026).
Ia mengatakan, pasangan suami istri yang datang berkonsultasi umumnya masih dipenuhi emosi sehingga cenderung menyalahkan pasangannya sebagai penyebab utama konflik.
Namun, melalui proses konseling, mereka mulai melihat persoalan secara lebih utuh dan menyadari bahwa setiap pihak memiliki kontribusi terhadap munculnya masalah tersebut.
“Hal ini biasanya banyak datang dari suami-istri, awalnya mereka saling menyalahkan atau justru hanya menyalahkan pasangannya. Namun, tanpa disadari kesalahan tersebut ternyata datang dari dirinya sendiri,” tambah dia.
Selain konflik keluarga, Supeno juga melihat peningkatan jumlah masyarakat yang datang dengan keluhan berkaitan dengan kesehatan mental.
Menurutnya, kelompok usia muda menjadi salah satu yang paling rentan mengalami tekanan psikologis akibat tuntutan kehidupan modern yang bergerak semakin cepat.