JAKARTA, KOMPAS.com – Banyak orang menganggap mobil dengan kapasitas mesin kecil pasti lebih hemat bahan bakar dibanding mobil bermesin besar.
Anggapan ini tidak salah, tetapi konsumsi BBM pada mobil sebenarnya dipengaruhi banyak faktor, mulai dari karakter mesin, kondisi jalan, gaya berkendara, hingga kecepatan yang dipertahankan.
Secara umum, mobil bermesin kecil memang unggul saat digunakan di area perkotaan dengan pola lalu lintas padat dan kecepatan rendah.
Namun saat dipakai perjalanan luar kota atau melaju dalam kecepatan tinggi secara terus-menerus, kondisinya bisa berbeda.
Hadi Taruna dari Peugeot EngineBlock Autoworks di Bintaro, Tangerang, mengatakan, efisiensi bahan bakar tidak bisa hanya dilihat dari besar kecilnya kapasitas mesin.
“Iya, tapi kalau mobil-mobil berkapasitas mesin kecil dipakai di dalam kota mungkin memang lebih irit. Tapi kalau dipakai di luar kota? Justru bisa lebih boros,” kata Hatar panggilannya kepada Kompas.com, belum lama ini.
Menurut dia, salah satu penyebabnya adalah karakter kerja mesin berkapasitas kecil yang perlu bekerja lebih keras ketika mobil dipacu dalam kecepatan tinggi.
“Karena kapasitas mesinnya kecil, putaran mesinnya jadi tinggi. RPM tinggi, mesin meraung. Sementara tenaganya juga tidak terlalu besar kalau mobilnya berkapasitas mesin kecil,” kata Hatar.
Secara teknis, ketika mesin bekerja pada putaran tinggi dalam waktu lama, kebutuhan bahan bakar ikut meningkat. Kondisi ini bisa terjadi saat mobil digunakan di jalan tol dengan kecepatan tinggi atau membawa beban besar.
Hatar menjelaskan, ada kondisi ketika pengemudi terus menambah bukaan gas untuk mengejar kecepatan, tetapi peningkatan performanya tidak sebanding dengan konsumsi bahan bakar yang dikeluarkan.
“Mau mobil dibawa kencang, yang naik cuma RPM, tapi sebenarnya laju mobil tidak terlalu bertambah. Akhirnya yang habis bensinnya,” ujar dia.
RPM Tinggi
Sebagai gambaran, Hatar mengaku pernah mencoba langsung perbedaan karakter tersebut saat melakukan perjalanan antar kota.
“Saya pernah coba bawa Livina dari Solo ke Cirebon. Saya isi penuh tangki bensinnya, lalu saya geber terus, transmisinya matik, sampai Cirebon bensinnya habis,” katanya.
“Kenapa? Karena RPM-nya tinggi, kapasitas mesinnya kecil, tapi mobilnya tidak terlalu lari,” kata hatar.
Meski demikian, bukan berarti mesin besar selalu lebih hemat. Hatar menilai, pada kondisi tertentu mobil bermesin lebih besar justru bisa bekerja lebih ringan sehingga tidak membutuhkan bukaan gas besar untuk mempertahankan kecepatan.
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app