KEBUMEN, KOMPAS.com – Aksi gotong royong dan kepedulian terhadap kampung halaman kembali ditunjukkan oleh keluarga besar H Sudar di Desa Plumbon, Kecamatan Karangsambung, Kabupaten Kebumen.
Keluarga ini membangun jalan sepanjang sekitar 2,5 kilometer lengkap dengan dua jembatan yang kini menjadi akses vital bagi masyarakat, khususnya para petani.
Infrastruktur yang diberi nama Jalan Siti Sudar serta Jembatan Siti Sudar itu diresmikan langsung oleh Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, pada beberapa waktu yang lalu.
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti, pemotongan pita di atas jembatan, serta pemotongan tumpeng yang disaksikan ratusan warga.
Pembangunan tersebut menjadi bukti bahwa pemerataan infrastruktur tidak selalu bergantung pada anggaran pemerintah.
Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap masyarakat, keluarga besar H Sudar memilih membiayai seluruh proses pembangunan secara mandiri, mulai dari pembebasan lahan hingga penyelesaian proyek.
Jalan yang dibangun memiliki panjang sekitar 2.500 meter dengan lebar 3,5 meter.
Selain itu, dibangun dua jembatan, yakni Jembatan Sungai Soka dan Jembatan Kedunglumpang, masing-masing memiliki lebar empat meter dengan bentang sepanjang 5,5 meter.
Pembangunan dimulai secara gotong royong sejak 21 April 2026 dan kini telah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai jalur penghubung menuju lahan pertanian.
Acara peresmian turut dihadiri mantan Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad, jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), Forkopimcam Karangsambung, Kepala Desa Plumbon Sangidun, para kepala desa se-Kecamatan Karangsambung, serta tokoh masyarakat dan warga setempat.
Amanah keluarga
Perwakilan keluarga Sudar, Siti Srimulati mengungkapkan bahwa pembangunan jalan tersebut merupakan amanah keluarga untuk menjaga dan melanjutkan nilai-nilai kebaikan yang diwariskan oleh orangtua mereka, almarhumah Hj Siti Aminah dan almarhum H Sastro Sudarmo.
Menurutnya, gagasan pembangunan muncul setelah keluarga berkoordinasi dengan pemerintah desa dan melihat adanya potensi pembukaan jalan usaha tani di sepanjang tepian Sungai Soka yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
"Kami ingin peninggalan orangtua kami tidak hanya dikenang, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, kami bersama keluarga bersepakat membangun jalan dan jembatan ini agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang," ujar Siti Srimulati dalam keterangan resminya pada Minggu (57/2026).
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada warga yang dengan sukarela menghibahkan sebagian lahannya demi terwujudnya pembangunan tersebut.
"Kami sangat berterima kasih kepada para pemilik lahan yang dengan ikhlas mewakafkan sebagian tanahnya. Tanpa dukungan masyarakat, pembangunan ini tentu tidak akan berjalan dengan baik," katanya.