YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memuji langkah Muhammadiyah yang berhasil membangun gedung Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS) senilai Rp 35 miliar tanpa meminta bantuan dana dari pemerintah sepeser pun.
Abdul Mu’ti yang juga merupakan kader Muhammadiyah ini menyebutkan bahwa selama proses pembangunan gedung MSUS di Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tersebut, pihak panitia sama sekali tidak mengajukan proposal bantuan ke negara.
“Kami berterima kasih kepada Muhammadiyah, tadi pak ketua PWM menyampaikan senilai Rp 35 miliar tanpa pengajuan revitalisasi serupiah pun. Kalau mengajukan saya menjawab tidak ada anggaran sebesar itu,” kata Mu’ti saat meresmian gedung MSUS, Minggu (5/7/2026).
Kurikulum Nasional Berpadu Program Internasional
Lebih lanjut, Mu’ti menyampaikan bahwa berdirinya MSUS menjadi bukti nyata kuatnya partisipasi aktif masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan nasional. Hal ini dinilai sejalan dengan visi besar pemerintah, yaitu menghadirkan pendidikan bermutu untuk semua elemen dengan keterlibatan publik.
Menurut Mu’ti, penyediaan pendidikan bermutu tinggi tersebut sangat selaras dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang keempat, yakni membangun generasi Indonesia yang unggul, berkarakter, dan berkualitas.
“Sekolah ini dikembangkan pendekatan kurikulum nasional dan berbagai tambahan program internasional dan tidak meninggalkan akar budaya masyarakat Yogyakarta. Ini bisa jadi model penyelenggaraan pendidikan dengan sistem di Indonesia memenuhi standar nasional tidak meninggalkan kekuatan dan budaya lokal,” kata dia.
Upaya Atasi Ketimpangan Mutu Sekolah
Kendati demikian, Mu’ti tidak menampik bahwa belum seluruh sekolah milik Muhammadiyah memiliki kualitas dan mutu yang setara dengan Muhammadiyah Sapen. Masalah ketimpangan mutu pendidikan ini diakuinya tidak hanya menjadi PR internal Muhammadiyah, melainkan juga menjadi tantangan besar bagi pemerintah Indonesia secara nasional.
Mu’ti berpesan agar pemerataan mutu sekolah dapat terwujud dengan baik, maka perlu ada pembenahan serius pada pendekatan manajerial di lingkungan Muhammadiyah. Berdirinya MSUS sendiri merupakan buah kolaborasi manis antara Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta serta PDM Bantul.
Kolaborasi lintas sektor di internal organisasi ini bertujuan untuk saling menopang dan memperkuat amal usaha Muhammadiyah antara satu dengan yang lainnya.
“Di kementerian kami bentuk direktorat baru kaitannya dengan peningkatan kualitas pendidikan dan ada staf khusus yang kami tugaskan untuk tangani pendidikan di daerah 3T, serta sekolah-sekolah secara fasilitas jauh dari ideal kami prioritaskan untuk revitalisasi,” ucapnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang