Kecerdasan buatan kini menjadi ancaman
Sumber-sumber yang dekat dengan bintang Senegal Sadio Mané membantah kebenaran berita yang beredar mengenai pengunduran dirinya dari tim nasional, dengan menegaskan bahwa pernyataan yang dikaitkan dengannya “sepenuhnya palsu” dan dibuat menggunakan kecerdasan buatan, sebuah insiden yang mengungkap bahaya disinformasi media digital.
Surat kabar Senegal “Le Quotidien” pada hari Jumat ini, beberapa hari setelah Senegal tersingkir dari babak 32 besar Piala Dunia 2026, menerbitkan pernyataan yang dikaitkan dengan Mané di mana ia mengumumkan pengunduran dirinya dari tim nasional, sebelum kemudian mengakui bahwa pernyataan tersebut “palsu” dan dihasilkan menggunakan teknologi kecerdasan buatan.
Banyak media internasional menyebarkan berita palsu tersebut, sebelum akhirnya secara resmi meminta maaf atas kesalahan tersebut, dalam insiden yang menyoroti seberapa cepat informasi yang menyesatkan menyebar di era teknologi.
Jurnalis Malang Sani, melalui kantor berita olahraga “Sport News Africa”, membantah rumor tersebut dengan tegas, berdasarkan pernyataan dari lingkaran terdekat Mané, sambil menegaskan bahwa sang pemain tidak pernah mengeluarkan pernyataan apa pun mengenai pensiun dari tim nasional sejak Senegal tersingkir dari Piala Dunia.
Perlu diingat bahwa Mané, 32 tahun, pernah menyatakan selama Piala Afrika terakhir bahwa turnamen tersebut mungkin menjadi turnamen kontinental terakhir yang ia ikuti, tanpa memutuskan keputusan akhir mengenai masa depannya bersama "Singa Teranga", sehingga membuat pernyataan lain yang dikaitkan dengannya menjadi diragukan.