Pantau - Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang memastikan kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk, tidak mengganggu proses persiapan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) karena lokasi proyek berada di zona yang aman.
Kepala DLHK Kabupaten Tangerang Ujat Sudrajat mengatakan pihaknya telah melakukan langkah mitigasi dengan memindahkan tumpukan sampah agar berjarak aman dari lokasi yang direncanakan untuk pembangunan PSEL.
DLHK Lakukan Mitigasi di Area PSEL
"Seharusnya tidak ya, menurut saya. Karena yang depan memang rencana kita mau pindahkan lagi sampah tumpukan lain, supaya ada jarak dengan yang rencana untuk PSEL," ungkap Ujat.
Ia menegaskan tumpukan sampah akan terus dijauhkan dari titik kebakaran untuk menjaga area pembangunan fasilitas PSEL tetap aman.
"Kita upayakan karena tumpukan sampah ini akan kita jauhkan dari titik kebakaran. Dari yang rencananya lahan PSEL," katanya.
Pemerintah Kabupaten Tangerang juga memastikan layanan pengangkutan sampah tetap berjalan normal meskipun kebakaran masih berlangsung.
Menurut Ujat, volume sampah yang masuk ke TPA Jatiwaringin tidak mengalami gangguan dan mencapai sekitar 1.200 ton setiap hari.
"Sekitar 1.200 ton sampah per harinya terus masuk ke kawasan pembuangan akhir Jatiwaringin ini," ujarnya.
BNPB Optimalkan Pemadaman dari Udara
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mengoptimalkan proses pemadaman melalui penyiraman air dari udara menggunakan helikopter water bombing.
Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB Brigjen TNI Djohan Darmawan mengatakan operasi penyiraman akan kembali dilakukan untuk menekan kobaran api yang masih berada di puncak tumpukan sampah.
"Kita terus mengoptimalkan pemadaman, nanti sore kedua helikopter akan melakukan penyiraman lagi. Jadi, itu upaya-upaya kita untuk menyelesaikan pemadaman di TPU Jatiwaringin," ungkapnya.
Djohan menambahkan operasi water bombing baru dimulai dan akan terus dimaksimalkan.
"Water bombing baru aktif mulai kemarin. Itu pun belum maksimal hanya sampai 1 jam. Jadi, karena baru digeser, kita maksimalkan," katanya.
Selain pemadaman dari udara, BNPB bersama Pemerintah Kabupaten Tangerang juga membuka jalur terobos agar kendaraan dan selang pemadam kebakaran dapat menjangkau titik api di area gunungan sampah.
"Salah satunya upaya pembuatan jalan terobos, sehingga nanti kendaraan ataupun selang dari rekan-rekan pemadam kebakaran bisa masuk," ujarnya.