JAYAPURA, KOMPAS.com – Kapolres Jayapura, AKBP Dionisius V.D.P Helan menegaskan tidak akan memberikan izin terhadap rencana aksi unjuk rasa yang akan dilakukan oleh Kelompok Nasional Papua Barat (KNPB) di Kabupaten Jayapura pada Senin (3/8/2026).
Menurut Kapolres, kelompok tersebut tidak diakui oleh pemerintah sehingga kepolisian tidak akan memberikan izin pelaksanaan aksi yang dinilai berpotensi mengganggu ketertiban umum.
"Sesuai perintah Pak Kapolda, tugas kita adalah memberikan rasa aman kepada masyarakat. Jadi saya tidak pernah mengenal yang namanya KNPB itu. Organisasi itu tidak tercatat dalam pemerintahan (Kesbangpol) atau pemerintah NKRI, jadi jangan dibesar-besarkan mereka," kata Dionisius kepada wartawan di Kota Sentani, Jumat (31/7/2026).
Ia menegaskan bahwa tugas utama kepolisian adalah menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Jayapura.
"Tugas saya adalah menjaga keamanan dan memberikan rasa aman bagi masyarakat, jadi jangan melakukan hal-hal yang mengganggu ketertiban umum di Kabupaten Jayapura," ujarnya.
Dionisius mengatakan, penolakan terhadap rencana aksi tersebut juga telah disampaikan oleh sejumlah tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta elemen masyarakat lainnya di Kabupaten Jayapura.
"Sudah ada penolakan dari tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat bahwa mereka menolak aksi demo KNPB karena akan mengganggu ketertiban umum. Penolakan ini harusnya dipatuhi atau dihormati oleh mereka," katanya.
Kapolres kembali menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan izin kepada kelompok yang disebutnya ilegal untuk menggelar aksi unjuk rasa.
"Saya tidak akan memberikan izin kepada kelompok ilegal yang akan melakukan aksi demo mengganggu ketertiban umum. Baju yang kami kenakan berasal dari pajak rakyat, jadi kami akan bekerja memberikan rasa aman bagi masyarakat," tegasnya.
Untuk mengantisipasi kemungkinan adanya aksi, Polres Jayapura telah menyiagakan sekitar 600 personel.
Ratusan personel tersebut akan disebar untuk melaksanakan patroli dan razia di sejumlah titik di wilayah Kabupaten Jayapura guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.
AKBP Dionisius menambahkan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Jayapura terkait langkah pengamanan menjelang rencana aksi tersebut.
"Tadi malam saya mendapat telepon dari Pak Bupati yang meminta untuk menjaga situasi keamanan di Kabupaten Jayapura. Beliau tidak menginginkan adanya aksi-aksi demo yang mengganggu aktivitas masyarakat, jadi kami akan tegas terhadap siapa pun yang berupaya mengganggu ketertiban masyarakat," pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang