PALEMBANG, KOMPAS.com - Kualitas udara di Kota Palembang, Sumatera Selatan, masuk kategori tidak sehat setelah diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumatera Selatan mencatat konsentrasi partikulat halus (PM2.5) mulai meningkat sejak Rabu (5/8/2026) pukul 18.00 WIB sehingga kualitas udara masuk kategori tidak sehat.
Pada Kamis (6/8/2026) pukul 00.00 WIB, konsentrasi PM2.5 mencapai 62,5 mikrogram per meter kubik.
Angka tersebut kemudian melonjak menjadi 93,2 mikrogram per meter kubik pada pukul 03.00 WIB, jauh dari ambang batas kategori baik 55 mikrometer.
Hingga pukul 06.00 WIB, konsentrasi PM2.5 turun menjadi 58,1 mikrogram per meter kubik, namun masih berada dalam kategori tidak sehat.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan, Wandayantolis, mengatakan sebaran kabut asap mulai terpantau memasuki Kota Palembang sejak Rabu sekitar pukul 16.00 WIB.
Menurut dia, kondisi tersebut dipengaruhi arah angin yang bertiup ke barat laut sehingga membawa asap karhutla ke wilayah Palembang.
"Betul karena karhutla yang terjadi kemarin," kata Wandayantolis kepada Kompas.com melalui pesan singkat.
Ia mengatakan kabut asap diduga telah menyebar ke hampir seluruh wilayah Kota Palembang.
"Sepertinya (kabut asap) tersebar hampir ke seluruh wilayah Palembang," ujarnya.
Karhutla Terjadi di Sejumlah Daerah
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan kebakaran pada Rabu terjadi di sejumlah kabupaten di Sumatera Selatan.
Di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), kebakaran terjadi di Desa Sungai Bungin seluas 7 hektare, Kelurahan Kedaton seluas 9 hektare, dan Desa Lebung Batang, Kecamatan Pangkalan Lampam, seluas 7 hektare.
Karhutla juga terjadi di Desa Sukajaya, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, dengan luas sekitar 3 hektare.
Sementara di Kabupaten Musi Banyuasin, lahan seluas 9 hektare terbakar di Desa Karang Agung, Kecamatan Lalan.
Adapun di Kota Palembang, kebakaran terjadi di kawasan Sungai Rengas, Kelurahan Pulokerto, Kecamatan Gandus, dengan luas sekitar 3 hektare.
Pemadaman dan OMC Terus Dilakukan
Menurut Ferdian, tim Manggala Agni masih terus melakukan pemadaman untuk mencegah api meluas.
Selain itu, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) kembali dilakukan di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Ogan Ilir sejak Rabu.
"Tim sekarang masih bergerak memadamkan kepala api agar tidak terus meluas," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang