Justin Bieber Tampil Akustik di Final Piala Dunia 2026

Justin Bieber Tampil Akustik di Final Piala Dunia 2026

JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah kemeriahan halftime show final Piala Dunia 2026 yang identik dengan panggung megah dan koreografi besar, Justin Bieber justru memilih pendekatan berbeda.

Penyanyi asal Kanada itu tampil dengan gitar akustik, membawakan lagu "Everything Hallelujah" dari album Swag II (2025) dengan format yang jauh lebih intim dibanding penampilan Madonna dan BTS yang tampil lebih dulu.

Penampilan Bieber diawali dengan kemunculan kejutan aktor Jason Sudeikis dalam karakter Coach Ted Lasso.

Sudeikis lalu memberikan pengantar sebelum Bieber naik ke tengah lapangan MetLife Stadium, New Jersey, di hadapan lebih dari 80.000 penonton yang memadati stadion untuk menyaksikan laga final Argentina melawan Spanyol pada Minggu (19/7/2026).

Mengenakan gitar akustik, Bieber, 32 tahun, membawakan versi khusus dari "Everything Hallelujah" dengan mengubah sebagian liriknya menjadi "it's the World Cup, hallelujah" sebagai penghormatan untuk momen final.

Lagu bergenre gospel-soul tersebut sebelumnya sempat viral dan menjadi tren di media sosial pada April 2026.

Pilihan format akustik yang jauh lebih tenang dibandingkan penampilan energik BTS lewat "Dynamite" maupun pembukaan megah Madonna dengan "Music" ini turut memunculkan beragam reaksi dari publik.

Sebagian pihak menilai penampilan tersebut kurang gereget untuk ukuran panggung sebesar final Piala Dunia.

Namun di sisi lain, beberapa justru menganggapnya sebagai momen yang berkesan karena tampil beda dari hingar-bingar pertunjukan lainnya.

Penampilan Bieber di final Piala Dunia ini menyusul sejumlah momen panggungnya yang juga sempat menuai perdebatan publik belakangan ini, termasuk penampilannya di Coachella pada April 2026 lalu.

Kendati demikian, kehadirannya sebagai salah satu dari empat co-headliner bersama Madonna, BTS, dan Shakira tetap menjadi salah satu sorotan utama dalam sejarah pertunjukan jeda babak pertama di ajang final Piala Dunia.

Spanyol akhirnya keluar sebagai jawara setelah mengalahkan Argentina dengan skor 1-0.

Gol penentu kemenangan Spanyol dicetak oleh Ferran Torres dalam babak perpanjangan waktu.

Kemenangan ini menjadi yang kedua di final Piala Dunia setelah sebelumnya sukses di Afrika Selatan pada 2010.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang