BANDUNG, KOMPAS.com – Dua pengendara akan menempuh perjalanan sejauh 1.945 kilometer melintasi delapan provinsi untuk menyalurkan bendera Merah Putih dan bantuan perlengkapan belajar kepada siswa di 17 sekolah dasar (SD).
Perjalanan bertajuk Lintangnusa itu digelar dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Rute perjalanan membentang dari Banten hingga Nusa Tenggara Timur (NTT), melewati Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
"Sekolah yang akan dikunjungi berada di sepanjang jalur perjalanan. Penentuannya dilakukan melalui survei untuk mengetahui kebutuhan masing-masing sekolah," ujar inisiator Lintangnusa, Ayi Sunandar di Bandung, Minggu (2/8/2026).
Sekolah-sekolah tersebut tidak selalu berada dalam kondisi rusak berat. Namun, hasil survei menunjukkan masih ada kebutuhan terhadap berbagai perlengkapan penunjang pembelajaran, seperti alat tulis, buku, seragam, dan perlengkapan sekolah lainnya.
Bantuan kemudian disesuaikan dengan kebutuhan yang ditemukan di setiap sekolah agar dapat digunakan secara langsung oleh siswa dalam kegiatan belajar.
Selain perlengkapan sekolah, dua pengendara juga akan menyerahkan 17 bendera Merah Putih di 17 SD yang disinggahi.
Ayi yang juga Head of Business Respiro Indonesia ini mengatakan, angka 1.945 kilometer dan 17 bendera dipilih untuk merepresentasikan tahun kemerdekaan serta tanggal Proklamasi Indonesia.
"Lintangnusa lahir dari kerinduan untuk melihat Indonesia terus melangkah maju dengan kepala tegak. Angka 1.945 kilometer dan 17 bendera di delapan provinsi bukan sekadar simbol, melainkan representasi dari komitmen kami untuk merajut optimisme dari barat hingga timur Indonesia," ungkap Ayi.
Menurut Ayi, perjalanan tersebut tidak hanya dimaksudkan untuk memperingati Hari Kemerdekaan, tetapi juga membawa dukungan yang dapat dimanfaatkan oleh siswa.
"Melalui penyerahan bendera baru serta paket alat tulis di 17 sekolah dasar, kami ingin menitipkan pesan kepada generasi penerus bahwa keterbatasan jarak bukan penghalang untuk meraih mimpi," katanya.
Libatkan Dua Pengendara
Perjalanan tersebut akan dilakukan Aldea Henry dan Arian Helltrust.
Aldea memiliki pengalaman di bidang keselamatan berkendara dan bertugas memastikan perjalanan dilakukan sesuai standar keamanan.
"Ada beragam persiapan yang kami lakukan, mulai dari fisik dan stamina, perlengkapan, dan motor. Kami bawa suku cadang sendiri seperti ban dalam dan kanvas rem. Untuk fisik kami olahraga," ungkap dia.
Sementara Arian merupakan fotografer dan videografer yang akan mendokumentasikan perjalanan serta aktivitas di sekolah-sekolah yang disinggahi.
Keduanya akan menghadapi beragam kondisi jalan dan cuaca selama perjalanan dari wilayah barat Pulau Jawa hingga NTT.
Untuk mendukung keselamatan dan kenyamanan, mereka dibekali perlengkapan berkendara yang disesuaikan dengan kondisi iklim tropis serta perjalanan jarak jauh.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang