KOMPAS.com - Pencapaian luar biasa ditorehkan oleh petenis putri Indonesia, Janice Tjen, mengakhiri penantian selama 22 tahun bagi wakil tunggal Merah Putih di ajang Wimbledon.
Janice Tjen menjadi petenis tunggal Indonesia pertama yang berhasil menembus dan memetik kemenangan di babak utama turnamen Grand Slam lapangan rumput tersebut sejak terakhir kali dilakukan oleh Angelique Widjaja pada edisi 2004.
Langkah bersejarah Janice Tjen dipastikan setelah ia menundukkan unggulan ke-22 asal Kanada, Leylah Fernandez, dengan skor meyakinkan 6-1, 7-6(3) pada pertandingan yang berlangsung Selasa (30/6/2026) waktu setempat.
Penampilan dominan petenis berusia 24 tahun tersebut dalam laga debutnya di Wimbledon memukau banyak pihak dan membuka harapan baru bagi perkembangan olahraga tenis di tanah air.
Selepas laga, atlet yang kini tengah menjadi sorotan publik ini mengungkapkan rasa syukurnya.
Ia menyadari bahwa pencapaian ini bukan sekadar keberhasilan personal, melainkan upaya panjang untuk menyamai torehan seniornya terdahulu.
"Ya pastinya bangga ya bisa mengulang itu sekarang, dan apalagi terakhir itu 2004. Aku senang bisa melakukan itu, tetapi harus tetap fokus untuk di round berikutnya," kata Janice dikutip dari Antara, Rabu (1/7/206).
Perlu diketahui, Angelique Widjaja terakhir kali tampil di babak utama turnamen bergengsi ini pada tahun 2004 setelah melalui perjuangan panjang dari babak kualifikasi.
Kini, estafet tersebut diteruskan oleh Janice yang tampil dengan statistik mengesankan, termasuk mencatatkan enam ace dan 24 winner selama pertandingan melawan Fernandez.
Apresiasi Menpora Erick Thohir
Keberhasilan ini pun mendapat perhatian langsung dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir.
Melalui unggahan di media sosial pribadinya, ia menyampaikan apresiasi mendalam atas prestasi tersebut.
"Setelah penantian 22 tahun, Indonesia kembali mencatat sejarah di Grand Slam Wimbledon," kata Erick.
"Janice Tjen menjadi petenis tunggal putri Indonesia pertama dalam 22 tahun yang meraih kemenangan di babak utama Grand Slam Wimbledon. Janice berhasil mengalahkan Leylah Fernandez pada pertandingan pembuka."
Lebih lanjut, Erick menekankan bahwa kesuksesan ini menjadi validasi bahwa atlet nasional memiliki kualitas yang tidak kalah dengan pemain internasional.
"Sebuah langkah bersejarah, sekaligus bukti bahwa tenis Indonesia terus melahirkan talenta yang mampu bersaing di panggung dunia. Terus melangkah, Janice, seluruh rakyat Indonesia akan selalu mendukung perjuanganmu," ujar dia.
Tantangan Berikutnya
Memasuki babak kedua, tantangan berat sudah menanti bagi Janice Tjen.
Ia dijadwalkan untuk berhadapan dengan petenis asal Australia, Daria Kasatkina.
Bersama sang pelatih, Chris Bint, ia tengah menyusun strategi matang demi menjaga kans melaju lebih jauh di ajang ini.
Selain berjuang di sektor tunggal, Janice Tjen juga akan bertanding di nomor ganda putri berpasangan dengan Aldila Sutjiadi pada Kamis (2/7/2026) mendatang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang