PEKANBARU, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, terkait dugaan suap jual beli jabatan. Dalam perkara ini, KPK mengamankan 10 orang. Lima diantaranya diperiksa.
Lalu, Bupati Kuansing, Suhardiman Amby dan Sekda Kuansing, Zulkarnain, juga turut diperiksa KPK, setelah sempat kabur dan menghilang.
Penindakan dilakukan KPK di tengah hiruk pikuk festival Pacu Jalur ditingkat rayon pada Senin (29/6/2026). Operasi itu juga bertepatan dengan acara MTQ tingkat Provinsi Riau, dan Kuansing sebagai tuan rumah.
Lantas, apakah pemeriksaan Bupati Kuansing oleh KPK akan berdampak kepada festival nasional Pacu Jalur yang akan digelar Agustus 2026 mendatang?
Menurut pengamat pariwisata sekaligus Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (ICPI), Azril Azahari, kasus yang menjerat Bupati Kuansing tidak begitu berpengaruh kepada festival nasional Pacu Jalur.
"Kalau soal Bupati Kuansing itu, menurut saya tidak berpengaruh signifikan. Karena saya lihat dia juga tidak populer," kata Azril saat berbincang dengan Kompas.com melalui sambungan telepon, Rabu (1/7/2026) pagi.
Azril justru menyoroti soal ketidakseriusan pemerintah memelihara ketenaran Pacu Jalur yang sudah mendunia.
Festival Pacu Jalur Kuansing, dia bilang, event nasional yang sempat mendunia karena unik, otentik dan eksotik.
Tradisi tersebut mendunia berkat tarian yang disebut "Aura Farming" seorang anak yang berdiri di haluan jalur, yang disebut Togak Luan.
Tarian anak tersebut mampu mendatangkan turis dari berbagai negara, bahkan artis dunia, Melly Mike, rela jauh-jauh datang ke Kuansing.
"Hanya sayang gaya si anak (Togak Luan) dan event yang sempat mendunia, ini tidak dipopulerkan dan dipromosikan secara serius dan terprogram oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah," kata Azril.
Menurut Azril, festival nasional Pacu Jalur di Tepian Narosa, Teluk Kuantan, Kuansing, tidak semeriah acara tahun lalu.
Selain karena kurangnya promosi dari pemerintah, konflik di Selat Hormuz juga menjadi salah satu dampak.
"Dampak dari konflik itu, turis akan mempertimbangkan keamanannya datang ke Indonesia," kata Azril.
Azril juga menyoroti peran Menteri Pariwisata dalam mempromosikan dan memeriahkan festival Pacu Jalur Kuansing.