Pindah ke Aprilia, Bagnaia Bakal Jadi Masalah Ducati di MotoGP 2027

Pindah ke Aprilia, Bagnaia Bakal Jadi Masalah Ducati di MotoGP 2027

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepindahan Francesco 'Pecco' Bagnaia ke Aprilia Racing untuk musim MotoGP 2027 memicu perhatian besar dari mantan timnya, Ducati. Manajer Tim Ducati Lenovo, Davide Tardozzi, secara terbuka mengakui bahwa Bagnaia akan menjadi rival yang sangat merepotkan di lintasan.

Seperti diketahui, Aprilia baru saja mengumumkan kesepakatan kontrak berdurasi empat tahun dengan Bagnaia yang akan dimulai pada musim 2027. Menanggapi hal tersebut, Tardozzi menyebut bahwa menghadapi Bagnaia sebagai musuh akan menjadi tantangan tersendiri bagi Ducati.

Bagnaia Jadi 'Masalah' Baru Ducati

Tardozzi mengakui kualitas dan kecepatan luar biasa yang dimiliki oleh pebalap asal Italia tersebut. Menurutnya, status Bagnaia sebagai salah satu pebalap tercepat di grid saat ini otomatis menjadikannya ancaman besar bagi Ducati.

Pebalap Ducati Lenovo Team, Francesco Bagnaia, beraksi dalam sesi FP1 MotoGP Perancis 2026 di Le Mans, barat laut Prancis, pada 8 Mei 2026. (Foto oleh Loic VENANCE / AFP)
Pebalap Ducati Lenovo Team, Francesco Bagnaia, beraksi dalam sesi FP1 MotoGP Perancis 2026 di Le Mans, barat laut Prancis, pada 8 Mei 2026. (Foto oleh Loic VENANCE / AFP)

"Kami tahu bahwa Pecco akan menjadi semacam 'masalah' bagi kami, karena kami tahu dia adalah pebalap yang sangat, sangat cepat," ujar Tardozzi, dikutip dari Crash, Rabu (1/7/2026).

Meski begitu, Tardozzi menambahkan bahwa hubungan personal yang kuat selama delapan tahun kebersamaan mereka di Ducati akan membuat rivalitas di musim 2027 menjadi terasa unik dan menarik.

"Tahun depan (2027) akan terasa aneh sekaligus menarik melihatnya sebagai lawan," kata dia.

Status Pebalap Tersukses Ducati

Hubungan antara Bagnaia dan Ducati dikabarkan sempat menegang sepanjang musim 2025 yang penuh dinamika. Namun, Tardozzi menegaskan bahwa tensi tersebut tidak menghapus rasa hormat dan kedekatan emosional yang sudah terbangun. Bagi Ducati, Bagnaia akan selalu memiliki tempat khusus.

Secara statistik, Bagnaia merupakan pebalap paling sukses dalam sejarah Ducati di kelas utama. Bersama pabrikan Borgo Panigale, ia sukses mempersembahkan dua gelar juara dunia berturut-turut pada 2022 dan 2023, mengemas 31 kemenangan, serta meraih 63 podium.

"Pada akhirnya, kami akan selalu menyimpan dia di dalam hati kami. Bukan hanya karena hasil yang dia berikan kepada kami, tetapi karena Pecco adalah seorang sahabat. Dia bukan sekadar pebalap yang baik atau pria berbakat bagi Ducati, dia adalah teman baik, dan akan tetap seperti itu di masa depan," ucap Tardozzi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Pebalap Ducati Lenovo Team, Francesco Bagnaia, beraksi dalam sesi FP1 MotoGP Perancis 2026 di Le Mans, barat laut Prancis, pada 8 Mei 2026. (Foto oleh Loic VENANCE / AFP)
Pebalap Ducati Lenovo Team, Francesco Bagnaia, beraksi dalam sesi FP1 MotoGP Perancis 2026 di Le Mans, barat laut Prancis, pada 8 Mei 2026. (Foto oleh Loic VENANCE / AFP)(AFP/LOIC VENANCE)