PATI, KOMPAS.com - Perbaikan Jalan Pantura Pati-Rembang, Jawa Tengah resmi dimulai.
Pemerintah Pusat mengalokasikan anggaran sebesar Rp34,8 miliar untuk memperbaiki salah satu ruas jalan nasional yang menjadi jalur utama penghubung di Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah tersebut.
Proyek perbaikan tersebut mulai terlihat di Desa Widorokandang, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, dengan sejumlah alat berat dan pekerja melakukan pengerukan serta pengecoran badan jalan pada sisi utara ruas Pantura.
Pelaksanaan proyek menyebabkan arus lalu lintas di Jalan Pantura Pati-Rembang mengalami kepadatan.
Kendaraan dari kedua arah harus mengurangi kecepatan karena terjadi penyempitan jalan akibat sebagian ruas sedang dicor dan belum dapat dilalui.
Pengguna jalan diimbau untuk lebih berhati-hati serta mengatur waktu perjalanan guna menghindari antrean kendaraan selama proses perbaikan berlangsung.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.2 Jawa Tengah, Christianto Budi Raharjo, menjelaskan bahwa pekerjaan dilakukan sepanjang 3,24 kilometer, tepatnya mulai KM 79+700 hingga KM 83+000 pada sisi kiri dan kanan jalan.
Pengerjaan dimulai pada 20 Juli 2026 dan ditargetkan selesai pada 20 Desember 2026, dengan durasi pelaksanaan sekitar 154 hari kalender.
"Penanganan ruas ini merupakan bagian dari paket pekerjaan yang didanai melalui SBSN dengan masa kontrak selama 540 hari kalender, yaitu mulai 11 Desember 2025 hingga 3 Juni 2027. Khusus untuk penanganan ruas SP. 3 Timur Lingkar Pati – Batas Kota Rembang, pelaksanaan diperkirakan berlangsung sekitar 154 hari kalender," ujarnya, Rabu (29/7/2026).
Anggaran perbaikan jalan capai Rp 34,8 miliar
Menurut Christianto, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp34,8 miliar untuk menangani ruas Jalan Pantura Pati-Rembang tersebut.
Dana tersebut digunakan untuk meningkatkan kualitas struktur jalan agar lebih kuat menghadapi beban kendaraan berat sekaligus mengurangi potensi genangan air yang selama ini kerap terjadi di sejumlah titik.
"Perkiraan anggaran untuk penanganan ruas tersebut sebesar Rp 34,8 miliar," katanya.
Dalam pelaksanaannya, proyek menggunakan kombinasi Laston AC-BC sebagai lapisan kerja dan Beton FS-45 sebagai lapisan perkerasan permukaan.
Peninggian badan jalan menjadi fokus utama proyek untuk meningkatkan daya tahan konstruksi sekaligus memperbaiki sistem penanganan genangan air.
Meski demikian, proyek ini tidak mencakup pelebaran jalan.
"Fokus pekerjaan adalah meningkatkan elevasi dan kualitas struktur jalan pada segmen yang ditangani. Untuk pekerjaan ini tidak direncanakan pelebaran jalan," tegas Christianto.
Dengan selesainya proyek ini, Jalan Pantura Pati-Rembang diharapkan memiliki struktur yang lebih kuat, lebih aman dilalui kendaraan, serta mampu mengurangi kerusakan jalan akibat genangan air.
Selama proses pembangunan berlangsung, masyarakat diimbau mengikuti pengaturan lalu lintas dan mematuhi rambu-rambu yang dipasang di lokasi pekerjaan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang