JLS Trenggalek (Radar Tulungagung)
JawaPos.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur menyiapkan anggaran senilai Rp 19 miliar untuk mengurus ruas jalan yang terputus (missing link) di Jalur Pantai Selatan (JLS) atau Pansela Kabupaten Trenggalek.
Kabar baik ini disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak mengatakan anggaran Rp 19 miliar tersebut untuk pembebasan lahan sebagai tahap awal sebelum pembangunan fisik dimulai.
"Jadi sebagian ruas dari Pacitan ke Panggul sudah ada, Perigi ke Popoh juga sudah tersambung. Yang masih missing link itu dari Panggul ke Munjungan dan Munjungan ke Perigi," tuturnya di Surabaya, Senin (22/6).
Padahal, konektivitas dari Pacitan menuju Panggul (Trenggalek) maupun Perigi menuju Popoh, Kabupaten Tulungagung, telah lebih dahulu terbangun. Upaya pembangunan ruas tersebut telah dimulai sejak 2016.
Saat itu, Emil menjabat sebagai Bupati Trenggalek aktif. Pemerintah daerah pun telah mengurus Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) sesuai trase yang ditetapkan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Namun, rencana pembangunan mengalami kendala setelah pemerintah melalui Kementerian PU merevisi desain trase jalan. Kebutuhan anggaran pembangunan ruas Munjungan - Perigi pun melonjak drastis.
"Awalnya kebutuhan anggaran sekitar Rp 300 miliar. Setelah ada revisi dari pusat, biaya pembangunan (JLS Trenggalek) segmen Munjungan - Perigi melonjak hingga mendekati Rp 1 triliun," imbuh Emil.
Kendati demikian, Emil Dardak memastikan bahwa penyelesaian JLS Trenggalek ruas Panggul - Munjungan - Perigi menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan segera oleh Pemprov Jatim bersama pemkab setempat.
Editor: Dinarsa Kurniawan
JLS Trenggalek (Radar Tulungagung)
JawaPos.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur menyiapkan anggaran senilai Rp 19 miliar untuk mengurus ruas jalan yang terputus (missing link) di Jalur Pantai Selatan (JLS) atau Pansela Kabupaten Trenggalek.
Kabar baik ini disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak mengatakan anggaran Rp 19 miliar tersebut untuk pembebasan lahan sebagai tahap awal sebelum pembangunan fisik dimulai.
"Jadi sebagian ruas dari Pacitan ke Panggul sudah ada, Perigi ke Popoh juga sudah tersambung. Yang masih missing link itu dari Panggul ke Munjungan dan Munjungan ke Perigi," tuturnya di Surabaya, Senin (22/6).
Padahal, konektivitas dari Pacitan menuju Panggul (Trenggalek) maupun Perigi menuju Popoh, Kabupaten Tulungagung, telah lebih dahulu terbangun. Upaya pembangunan ruas tersebut telah dimulai sejak 2016.
Saat itu, Emil menjabat sebagai Bupati Trenggalek aktif. Pemerintah daerah pun telah mengurus Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) sesuai trase yang ditetapkan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Namun, rencana pembangunan mengalami kendala setelah pemerintah melalui Kementerian PU merevisi desain trase jalan. Kebutuhan anggaran pembangunan ruas Munjungan - Perigi pun melonjak drastis.
"Awalnya kebutuhan anggaran sekitar Rp 300 miliar. Setelah ada revisi dari pusat, biaya pembangunan (JLS Trenggalek) segmen Munjungan - Perigi melonjak hingga mendekati Rp 1 triliun," imbuh Emil.
Kendati demikian, Emil Dardak memastikan bahwa penyelesaian JLS Trenggalek ruas Panggul - Munjungan - Perigi menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan segera oleh Pemprov Jatim bersama pemkab setempat.
Editor: Dinarsa Kurniawan