NUNUKAN, KOMPAS.com – Akses jalan di dataran tinggi Krayan, Nunukan, Kalimantan Utara, menjadi hambatan utama dalam pengiriman BBM ke Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Long Layu maupun Pa’Upan di Kecamatan Krayan Selatan.
Jalan di wilayah perbatasan RI – Malaysia ini terputus total akibat lumpur dalam.
Kondisi seperti ini selalu terjadi ketika musim penghujan, bahkan sering menenggelamkan badan mobil.
Untuk melalui jalan tersebut, dibutuhkan kesabaran. Sopir dan kernet akan membawa cangkul untuk mengeruk lumpur agar mobil bisa melintas.
Petugas PLN Menginap di Hutan
Kepala PLN ULP Nunukan, Rendra Alfian Raharjo menuturkan, sampai hari ini (28/7/2026), petugas PLN masih terus berusaha menembus jalan berlumpur tebal.
“Kondisi medan jalan yang cukup berat mengakibatkan pengiriman BBM menjadi 5 sampai 6 hari. Mobil dengan gardan ganda pun harus ditarik oleh kendaraan lain untuk keluar dari jalur jalan yang rusak,” tuturnya melalui pesan tertulis, Selasa (28/7/2026).
Rendra menegaskan, keadaan ini, menjadi hambatan para petugas supply PLN di lapangan.
“Akses jalan penghubung ke Krayan Selatan kondisinya rusak berat, sehingga teman-teman di lapangan harus berjibaku dengan lumpur dan menginap di hutan untuk menuju ke lokasi (PLTD) tersebut,” imbuhnya.
Kendati demikian, Rendra menegaskan, PLN terus berkomitmen menjaga ketersediaan pasokan listrik hingga di pelosok negeri.
Pasokan Listrik Masih Terjaga
Ia menambahkan, saat ini, kondisi BBM yang ada di PLTD Long Layu dan PLTD Pa’ Upan cukup untuk 7 hari ke depan, sehingga pasokan listrik ke pelanggan sejauh ini masih terjaga.
“Akses yang sulit dilalui tentu bukan sebuah halangan bagi petugas lapangan. Justru itu merupakan bentuk ikhtiar dan komitmen kami dalam menghadirkan pasokan listrik yang andal bagi pelanggan,” kata dia.
Rendra dan para petugas PLN Nunukan berharap adanya perbaikan akses jalan di Krayan, sehingga pendistribusian BBM dapat berjalan dengan lancar.
“Kami pun terus berupaya maksimal agar pengiriman BBM dapat berjalan lancar secara rutin dengan segala tantangan yang ada untuk menjaga keberlangsungan operasional pembangkit dan pasokan listrik ke pelanggan,” tegas Rendra.
Diberitakan sebelumnya, Wakil Bupati Nunukan Hermanus menegaskan, kendala penyelesaian masalah jalan di Krayan tak bisa hanya dilakukan Pemkab Nunukan.
Apalagi, jalanan Krayan tak hanya menjadi domain Kabupaten, ada sejumlah jalan yang merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi, bahkan nasional.
“Jadi untuk penanganan Krayan, itu bukan hanya Pemkab Nunukan. Di sana ada domain Provinsi bahkan nasional. Untuk itu, kita lakukan harmonisasi dan sinkronisasi. Kita usahakan selesaikan masalah Krayan bersama-sama,” kata Hermanus.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang