- Turnamen Piala Presiden 2026 resmi dibuka di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, pada hari Sabtu, 25 Juli 2026.
- Panitia menyediakan sekitar 60 stan UMKM dengan harga makanan serta minuman yang terjangkau bagi para suporter penonton.
- Ajang bergengsi tanpa menggunakan uang negara ini diklaim sukses menghadirkan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar stadion.
Suara.com - Edisi 2026 turnamen Piala Presiden kembali digelar. Pembukaan ajang sepak bola bergengsi di Tanah Air ini dibuka di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Sabtu (25/7/2026).
Duel yang dimenangi tuan rumah Persib Bandung dengan skor 1-0 saat menjamu tamunya Arema FC menjadi simbolis pembukaan.
Namun, sebelum itu terlebih dahulu digelar laga antara DPMM FC dari Brunei Darusalam kontra Tampines Rovers asal Singapura dengan hasil akhir imbang 2-2.
Ada satu tuan rumah lain pada edisi Piala Presiden kali ini yakni Surabaya. Nah, di sana akan bertanding tuan rumah Persebaya, Persija Jakarta, PSMS Medan, serta juara bertahan Port FC.
Selain panggung utama laga sepak bola, panitia Piala Presiden selalu mempersiapkan tempat untuk UMKM. Nah, inilah yang menjadi magnet perhatian suporter hadir di stadion.
Suara.com yang hadir langsung di acara pembukaan Piala Presiden 2026 merasakan bagaimana antusias pedagang dan masyarakat dengan UMKM.
Para penonton tidak ragu-ragu jajan makanan yang ada di area stadion. Kenapa? harganya murah!!
Tentu saja ini jarang terjadi di acara-acara besar seperti Piala Presiden 2026. Biasanya, di event-event seperti tersebut harganya melonjak tinggi.
Untuk kopi kemasan saja dijual Rp7 ribu, itupun sudah dengan menggunakan es batu. Biasanya, di agenda besar harganya bisa mencapi Rp10 sampai Rp20 ribu.
Untuk makanan yang dijual para pedagang pun tidak asal getok harga. Bakso cuanki dengan porsi besar Rp25 ribu, nasi goreng Rp15 ribu, sampai mie instan Rp10 ribu.
"Kami memang tidak asal pasang harga buat untung. Harga segini buat Bobotoh --suporter Persib-- udah pas buat jajan," kata sosok yang akrab disapa Umi saat bincang dengan Suara.com.
Tentu yang paling merasakan dari harga murah adalah penonton. Sejak siang, UMKM yang berjejer di area Stadion Si Jalak Harupat diserbu oleh mereka.
Maklum, dengan modal tidak lebih dari Rp200 ribu para penonton sudah bisa menyaksikan laga sepak bola bergengsi dengan perut kenyang. Untuk diketahui, panitia menjual tiket pertandingan yang sangat murah Rp50 ribu.
"Salut banget kalau Piala Presiden harganya murah-murah. Biasanya kalau Liga 1 mahal-mahal, jadi mikir mau jajan karena saya bawa uang nggak banyak, buat bensin juga," ujar Ramda, Bobotoh asal Buah Batu.
"Cuankinya enak, isinya gede-gede. Murah bikin kenyang," sambung Yuli.
- Turnamen Piala Presiden 2026 resmi dibuka di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, pada hari Sabtu, 25 Juli 2026.
- Panitia menyediakan sekitar 60 stan UMKM dengan harga makanan serta minuman yang terjangkau bagi para suporter penonton.
- Ajang bergengsi tanpa menggunakan uang negara ini diklaim sukses menghadirkan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar stadion.
Menurut laporan resmi panitia Piala Presiden 2026 di sosial media ada sekitar 60 UMKM di area Si Jalak Harupat. Jumlah tersebut cukup menampung kehadiran penonton yang menyentuh angka 23.756 penonton.
Angka kehadiran penonton ini terbilang besar. Bisa dimaklumi karena Piala Presiden adalah turnamen bergengsi di Tanah Air.
Bikin UMKM Naik Kelas
Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden 2026 Maruarar Sirait menyebut memang semgaja UMKM selalu menjadi fokus dalam setiap edisi penyelenggaraan. Alasannya, agar membuat usaha-usaha masyarakat bisa naik kelas lebih dikenal.
Maruarar Sirait sebelum opening ceremony Piala Presiden 2026 dimulai sengaja berkeliling UMKM untuk memastikan aman dan nyaman.
Sosok yang akrab disapa Ara itu bahkan merasakan langsung kenyamanan duduk-duduk sambil merasakan camilan di area UMKM bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
"Senang sekali, kenapa? UMKM-nya ada dua jenis: yang sudah namanya sudah bagus, sudah mapan di daerah sekitar Bandung, dan yang dipilih yang akan juga bagus ke depannya," tegas Arya.
"Dan senangnya adalah ramai ya, dan laku. Jadi kita mengenalkan juga UMKM yang memang baru berkembang supaya ada dampaknya dari Piala Presiden ini," ia menambahkan.
Bukan cuma di Si Jalak Harupat, UMKM juga akan tersedia di venue Grup B, Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Sekitar 50 jajanan bisa dinikmati penonton di sana.
Sama seperti di Bandung, untuk Surabaya diharapkan bisa berdampak dengan ekonomi masyarakat sekitar. Bukan cuma UMKM, tetapi beberapa sektor lain supaya saling menguntungkan.
Ketua Organizing Committee Piala Presiden 2026, Tsamara Amany ingin menjadikan turnamen yang sudah ada sejak 2015 selalu meningkat kualitasnya.
Khusus edisi 2026, ada sejumlah fokus penitia yakni dampak ekonomi bagis masyarakat sekitar. Nah, salah satunya adalah menggerakan UMKM lokal.
"Tentu menggerakkan ekonomi lokal, baik di Bandung, di Surabaya, makanya kita libatkan UMKM. Kemudian juga harapannya ada suporter yang datang gitu ya, ada yang menginap, kemudian bus-bus, itu kan semua ekonominya bergerak gitu, ada multiplier effect-nya, dampak ekonomi yang kita ingin hadirkan gitu," ucap Tsamara.
Meski berlabel Piala Presiden, ajang ini sejak awal tidak pernah menggunakan uang negara. Hal ini kembali dilakukan pada edisi 2026 untuk menjaga profesionalitas.
"Sama yang selalu ditunjukkan juga di PSSI dan Pak Ara punya concern yang sangat penting soal ini, adalah mengenai tata kelolanya gitu. Bagaimana tidak ada uang negara yang digunakan, kemudian bagaimana juga apa namanya, diaudit secara independen oleh PwC gitu ya sebagai auditor internasional," tambahnya.
"Jadi hal-hal ini adalah prinsip-prinsip yang terus kita jaga. Tapi nomor satu dan yang paling penting gimana kita memberikan hiburan untuk masyarakat dan dampak ekonomi untuk masyarakat," ia menjelaskan.
PSSI Angkat Topi
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir angkat topi atas kerja keras yang sudah diberikan Maruarar Sirait dan kawan-kawan membuat Piala Presiden 2026 berkelas seperti edisi-edisi sebelumnya.
Menurutnya, kehadiran Piala Presiden memperkaya kejuaraan yang ada di sepak bola Tanah Air. Menurutnya, ajang ini bagus sebelum dimulainya kompetisi resmi seperti Super League dan I.League Cup.
"Apresiasi setinggi-tingginya kepada Pak Ara dan timnya. Sayang cuma satu Pak Ara, saya pengennya ada sembilan (Kejuaraan) Pak Ara supaya investasi di sepak bola makin banyak gitu. Karena makin banyak kompetisi buat para pemain, para klub makin bagus," kata Erick Thohir.
"Ya, dan Piala Liga juga akan bergulir, Piala Presiden bergulir, dan ini menjadi bagian memperkaya jam terbang semua pihak gitu dan saya mengucapkan terima kasih kepada pemilik klub, manajemen klub, pelatih dan official dan para pemain yang melihat Piala Presiden secara serius."
"Karena memang kembali, semua klub yang diundang ini klub-klub legenda. Ada PSMS, Persija, Persib ya, Persebaya, Arema, dan terbukti hari ini penonton hampir mencapai 24.000. Ini sebuah rata-rata penonton Persib untuk pertandingan kelas yang sangat positif gitu," ia menambahkan.
Lebih lanjut, Erick juga berterima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto yang masih percaya adanya gelaran Piala Presiden 2026.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada kepercayaan Bapak Presiden yang terus
mendukung Piala Presiden ya. Pak Mensesneg, Pak Seskab juga sangat support," katanya.
"Pak Ara tentunya yang terdepan, dan tentu para sponsor yang percaya ini dikelola dengan baik dan profesional gitu," tuturnya.