Ito Menuntut Perubahan Radikal di Liga Bangsa-Bangsa Afrika

Ito Menuntut Perubahan Radikal di Liga Bangsa-Bangsa Afrika

Warga Kamerun mengusulkan penghapusan pembagian wilayah

Konsultasi terus berlangsung di lingkungan Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) mengenai format akhir Kejuaraan Liga Bangsa-Bangsa Afrika, yang dijadwalkan dimulai pada tahun 2029, di tengah munculnya usulan-usulan baru yang berpotensi membawa perubahan besar pada bentuk kompetisi tingkat benua tersebut.

Dalam konteks ini, Presiden Federasi Sepak Bola Kamerun, Samuel Eto’o, mengajukan usulan baru kepada Dewan Eksekutif CAF, yang menyerukan perubahan sistem turnamen sebelum disahkan secara resmi, guna memastikan peningkatan kualitas teknis dan meningkatkan intensitas persaingan di antara tim-tim nasional Afrika.

Situs web Maroko “Sport7 melaporkan bahwa Eto’o mengusulkan untuk menghapus sistem pembagian geografis, yang semula tercantum dalam konsep awal turnamen, dan menggantinya dengan sistem yang didasarkan pada peringkat kontinental atau internasional tim-tim nasional, mirip dengan sistem Liga Bangsa-Bangsa Eropa, dengan tujuan memastikan pertandingan yang lebih sengit dan seimbang sejak tahap awal kompetisi.

Menurut usulan dari Kamerun tersebut, tim-tim Afrika akan dibagi menjadi tiga level. Level pertama akan terdiri dari 12 tim teratas dalam peringkat, yang akan dibagi ke dalam dua grup dan saling bersaing memperebutkan gelar juara turnamen. Sedangkan tingkat kedua akan mencakup tim-tim yang menempati peringkat ke-13 hingga ke-36 dalam klasemen, dengan total 24 tim, sementara sisa tim Afrika akan berkompetisi di tingkat ketiga.

Usulan tersebut juga mencakup penerapan sistem promosi dan degradasi antar-tingkatan, di mana dua tim yang menempati peringkat terakhir di setiap tingkatan akan terdegradasi ke tingkatan di bawahnya, sementara dua tim terbaik dari tingkatan di bawahnya akan promosi. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing dan memotivasi tim-tim untuk terus meningkatkan hasil dan peringkat mereka.