Israel Ternyata Coba Habisi 2 Negosiator Utama Iran, Ini yang Dilakukan AS

Israel Ternyata Coba Habisi 2 Negosiator Utama Iran, Ini yang Dilakukan AS

TEHERAN - Sebuah laporan dari The New York Times mengungkap bahwa Israel telah berencana membunuh dua negosiator utama Iran, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dan Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, selama negosiasi awal. Namun rencana itu terendus Amerika Serikat (AS), yang kemudian memperingatkan Teheran melalui negara-negara di kawasan Timur Tengah.

Laporan tersebut, yang mengutip pejabat AS saat ini dan mantan pejabat AS, menyebutkan upaya pembunuhan itu direncanakan beberapa minggu setelah gencatan senjata 8 April yang menghentikan perang AS-Israel terhadap Iran.

Para pejabat yang dikutip oleh The New York Times, Kamis (2/7/2026), mencatat bahwa ketika perang dimulai pada 28 Februari, dan ketika Israel terus membunuh sebagian besar pemimpin senior Iran, baik Araghchi maupun Ghalibaf bisa menjadi target yang sah.

Israel sebelumnya membunuh pejabat senior Iran lainnya yang dapat bernegosiasi dengan AS, termasuk kepala keamanan nasional Ali Larijani dan mantan menteri luar negeri Kamal Kharazi.

Setelah gencatan senjata diumumkan pada awal April dan Araghchi serta Ghalibaf mulai mewakili posisi Iran dalam negosiasi gencatan senjata, para pejabat AS mengatakan bahwa setiap upaya untuk membunuh mereka kemungkinan akan menggagalkan perundingan dan memicu pertempuran baru.

Pada bulan Maret, sementara pertempuran masih berlangsung, seorang pejabat Pakistan mengatakan kepada Reuters bahwa Israel telah menghapus Araghchi dan Ghalibaf dari daftar targetnya setelah Pakistan meminta Washington untuk tidak menargetkan mereka.

Pada saat itu, pejabat tersebut mengatakan Islamabad telah memperingatkan AS bahwa jika salah satu atau kedua pria itu terbunuh, tidak akan ada orang lain yang dapat diajak bicara tentang negosiasi gencatan senjata. "Oleh karena itu, AS meminta Israel untuk mundur," kata pejabat tersebut.