Jakarta, IDN Times – Pencabutan blokade angkatan laut oleh Amerika Serikat (AS) membuat ekspor minyak mentah Iran melesat hingga melampaui 40 juta barel. Perkembangan itu terjadi setelah AS dan Iran menandatangani nota kesepahaman (MoU) pada 17 Juni 2026 melalui mediasi Pakistan yang mengakhiri konflik bersenjata hampir empat bulan, membuka kembali Selat Hormuz, dan memulai masa negosiasi 60 hari menuju perjanjian damai permanen.
Speaker Parlemen Iran sekaligus kepala negosiator utama, Mohammad Bagher Ghalibaf, memaparkan capaian ekspor tersebut.
“Sejak hari blokade angkatan laut dicabut kami telah mengekspor lebih dari 40 juta barel minyak,” ujar Ghalibaf dalam wawancara televisi melalui kanal Telegram-nya yang dipublikasikan Selasa (30/6/2026), dikutip CNBC.
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.