Inggris Siaga Gelombang Panas Ekstrem, Ratusan Sekolah Ditutup

Inggris Siaga Gelombang Panas Ekstrem, Ratusan Sekolah Ditutup

ilustrasi suhu panas (unsplash.com/Immo Wegmann)
  • Pemerintah Inggris bersiap menghadapi gelombang panas ekstrem yang diperkirakan memecahkan rekor suhu Juni 2026, dengan fokus pada kesiapan infrastruktur dan layanan publik.
  • Ratusan sekolah di Inggris dan Wales diliburkan karena suhu tinggi, sementara kegiatan belajar disesuaikan demi melindungi siswa dari risiko sengatan panas.
  • Kantor Meteorologi Inggris mengeluarkan peringatan merah untuk wilayah tengah dan selatan, dengan suhu bisa mencapai 40 derajat Celsius serta risiko kesehatan meningkat akibat kelembapan tinggi.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Wilayah Inggris Raya bersiap menghadapi cuaca panas ekstrem yang diperkirakan akan memecahkan rekor suhu tertinggi pada Juni 2026. Pemerintah dan otoritas terkait melakukan berbagai persiapan untuk menekan dampak fenomena ini.

Lonjakan suhu ini diperkirakan akan mengganggu sejumlah layanan publik di seluruh negeri. Selain itu, kesiapan infrastruktur nasional dalam menghadapi kenaikan suhu yang tidak biasa ini juga menjadi perhatian utama pihak berwenang.

1. Ratusan sekolah diliburkan

Kenaikan suhu memaksa ratusan sekolah di Inggris dan Wales menghentikan kegiatan belajar demi melindungi siswa dari risiko sengatan panas di dalam ruangan. Sejumlah sekolah juga mengizinkan siswa memakai pakaian olahraga sebagai ganti seragam resmi.

Banyak gedung sekolah di Inggris merupakan bangunan tua yang tidak dilengkapi pendingin udara memadai. Kondisi ini membuat ruang kelas terasa gerah dan memicu kekhawatiran serikat guru tentang kelayakan infrastruktur sekolah.

Keadaan darurat ini membuat penyesuaian metode belajar mengajar terpaksa dilakukan secara mendadak di berbagai daerah.

"Hampir semua sekolah di seluruh Inggris harus melakukan penyesuaian minggu ini karena panas yang luar biasa," kata Asisten Sekretaris Jenderal Asosiasi Kepala Sekolah Nasional, James Bowen.

2. Perjalanan kereta dikurangi drastis

Perusahaan kereta api nasional mengurangi frekuensi perjalanan secara besar-besaran dan meminta warga menunda bepergian jika tidak mendesak. Langkah ini diambil untuk mengurangi risiko kecelakaan akibat rel baja yang memuai karena panas.

Suhu tinggi juga bisa membuat kabel listrik di atas rel mengendur dan memicu gangguan perjalanan. Batas kecepatan kereta kini diterapkan secara ketat di zona darurat kategori merah, yang berakibat pada keterlambatan jadwal.

"Kami paham betapa pentingnya masyarakat sampai ke tempat tujuan. Tapi, cuaca yang sangat panas ini akan membuat perjalanan makin sulit di seluruh jaringan kereta," kata Wakil Kepala Eksekutif Network Rail, Jake Kelly, dikutip dari Manchester Evening News.

3. Peringatan merah dikeluarkan

Kantor Meteorologi Inggris (Met Office) menerbitkan peringatan cuaca merah untuk wilayah tengah dan selatan Inggris, termasuk London. Suhu di daerah-daerah itu diproyeksikan bisa menembus 40 derajat Celsius. Kelembapan udara yang tinggi membuat cuaca terasa semakin berat dan meningkatkan risiko sengatan panas. Petugas kesehatan juga menyoroti suhu malam hari yang tetap tinggi, sehingga tubuh sulit memulihkan diri.

Para ahli menyebut suhu ekstrem yang tidak biasa terjadi pada Juni ini sebagai salah satu dampak nyata perubahan iklim global.

"Melihat suhu setinggi ini di Inggris pada bulan Juni sungguh membuat cemas," kata Kepala Ilmuwan Met Office, Stephen Belcher.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.