Akses Sempit dan Minim Air, Petugas Berjibaku Padamkan Kebakaran 8 Rumah di Wonosobo

Akses Sempit dan Minim Air, Petugas Berjibaku Padamkan Kebakaran 8 Rumah di Wonosobo

WONOSOBO, KOMPAS.com – Petugas pemadam kebakaran harus berjibaku selama hampir dua jam untuk memadamkan kebakaran hebat yang melanda kawasan permukiman padat di Kampung Singkir, RT 02/RW 04, Kelurahan Jaraksari, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Jumat (26/06/2026) dini hari.

Upaya pemadaman tidak berjalan mudah. Selain harus menghadapi kobaran api yang dengan cepat membesar, petugas juga dihadapkan pada akses jalan yang sempit, padat kendaraan warga, serta keterbatasan sumber air di sekitar lokasi kejadian.

Petugas Pemadam Kebakaran Wonosobo, Sandi, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 04.00 WIB.

Setelah menerima informasi tersebut, tim segera bergerak menuju lokasi dengan mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran yang didukung satu unit mobil tangki air milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

"Kami menerima laporan sekitar pukul empat pagi. Kami mengerahkan dua unit mobil pemadam beserta suplai air dari mobil tangki BPBD," kata Sandi di lokasi kejadian pada Jumat (26/06/2026).

Sesampainya di lokasi, petugas mendapati kobaran api telah membesar dan melalap sejumlah rumah warga.

Kondisi bangunan yang berdempetan membuat api dengan cepat merambat ke rumah-rumah lain sehingga proses penanganan harus dilakukan secepat mungkin agar tidak meluas.

Meski demikian, proses pemadaman sempat terkendala karena akses menuju titik kebakaran berada di kawasan permukiman yang padat.

Gang yang relatif sempit serta banyaknya kendaraan yang terparkir di sepanjang jalan membuat mobil pemadam kesulitan mendekati lokasi sumber api.

"Lokasi permukiman cukup padat. Banyak kendaraan yang berada di gang sehingga menyulitkan kami untuk masuk mendekati titik kebakaran," ujarnya.

Mobil Tangki Harus Mengambil Suplai Air dari Pusat Kota

Tidak hanya persoalan akses, keterbatasan sumber air di sekitar lokasi juga menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Untuk menjaga pasokan air selama proses pemadaman berlangsung, armada mobil tangki terpaksa harus berulang kali mengambil suplai dari pusat kota sebelum kembali ke lokasi kebakaran.

"Kendala lainnya adalah sumber air. Kami harus mengambil air dari kota untuk mendukung proses pemadaman," kata Sandi.

Dengan berbagai kendala tersebut, petugas membutuhkan waktu hampir dua jam untuk memadamkan api sekaligus melakukan proses pendinginan guna memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

"Kurang lebih hampir dua jam proses pemadaman dan pendinginan hingga api benar-benar dapat dikendalikan," ujarnya.

Diduga Terbakar akibat Korsleting, Tujuh Rumah Rusak Berat

Sementara itu, Lurah Jaraksari, Yulianto, mengatakan kebakaran menghanguskan delapan rumah warga. Dari jumlah tersebut, tujuh rumah mengalami kerusakan berat, sedangkan satu rumah lainnya mengalami kerusakan ringan.