Setelah kemenangan atas Norwegia, terjadi saling serang yang tajam antara pelatih kepala Inggris dan pemain bernomor punggung 10
Setelah kemenangan Inggris atas Norwegia di perempat final Piala Dunia, meskipun Inggris berhasil melaju ke semifinal di kandang sendiri, muncul kontroversi antara Jude Bellingham—pencetak dua gol penentu—dan pelatih kepala tim nasional Inggris, Thomas Tuchel asal Jerman.
PERNYATAAN TUCHEL
Di akhir pertandingan, pelatih Inggristersebut berkomentar demikian mengenai penampilan timnya, yang memang menang namun, menurut pendapatnya, tetap tampil kurang meyakinkan: "Hari ini kami beruntung. Cara kami bermain sangat ceroboh, kami melakukan banyak kesalahan teknis. Ini tidak ada hubungannya dengan mentalitas. Kami harus bermain lebih baik."
TANGGAPAN BELLIGHAM
Bellingham menjawab tanpa basa-basi: "Saya rasa tidak begitu. Mungkin dia tidak tahu bagaimana rasanya menghadapi tim yang diperkuat Haaland, Odegaard, Nusa, Sorloth, dan pemain lainnya. Tidak mungkin memenangkan setiap pertandingan hanya dengan mengoper bola bolak-balik dan melakukan ribuan umpan. Terkadang, kamu hanya perlu menang dengan cara yang tidak indah."
"SAUDARA HAALAND"
Pemain bernomor punggung 10 itu juga berbicara tentang Erling Haaland dan persahabatan yang mengikat mereka: "Orang-orang melihat kami sebagai rival selama 90 menit, tapi aku hanya melihatnya sebagai saudaraku. Aku tahu bagaimana perasaannya karena aku juga pernah mengalaminya. Itulah mengapa aku langsung menghampirinya. Bukan demi kamera atau berita utama, hanya untuk mengingatkannya bahwa sebuah hasil tidak akan pernah menentukan siapa dirinya. Besok pun, dia akan tetap menjadi saudaraku."
Bellingham dan Haaland pernah bermain bersama di Borussia Dortmund selama dua musim, dari tahun 2020 hingga 2022, tahun di mana pemain asal Norwegia itu pindah ke Manchester City. Sementara itu, pemain asal Inggris tersebut pindah ke Real Madrid pada tahun 2023.
SUKA CERITA INI?
Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami