Hujan Deras Picu Banjir di Agam, 80 Warga Mengungsi dan Akses Jalan Terputus

Hujan Deras Picu Banjir di Agam, 80 Warga Mengungsi dan Akses Jalan Terputus

AGAM, KOMPAS.com - Hujan deras dengan intensitas tinggi yang memicu pendangkalan aliran sungai menyebabkan banjir bandang di dua jorong di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Senin (6/7/2026).

Akibat peristiwa yang terjadi sekitar pukul 18.30 WIB tersebut, puluhan warga sempat mengungsi karena rumah mereka terendam air hingga ketinggian 50 sentimeter.

Selain itu, akses jalan sepanjang 8 meter juga terendam air setinggi 60 sentimeter sehingga sulit dilalui kendaraan.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Abdul Gafur, mengonfirmasi bahwa banjir melanda wilayah Jorong Labuah dan Jorong Kubu setelah pihaknya menerima laporan dari bendahara Nagari Sungai Batang pada pukul 20.30 WIB.

"Curah hujan yang cukup tinggi disertai pendangkalan aliran sungai memicu air meluap ke pemukiman warga dan jalan raya," ujar Abdul Gafur, Selasa (7/7/2026).

Dampak Banjir di Dua Jorong

Berdasarkan data dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Agam, berikut rincian dampak banjir di wilayah terdampak:

- Jorong Labuah: Banjir merendam 2 unit rumah warga dengan ketinggian air mencapai 50 cm. Sebanyak 50 warga terpaksa mengungsi sementara ke rumah kerabat terdekat.

- Jorong Kubu: Air setinggi 50 cm merendam 2 unit rumah warga, memaksa 30 jiwa mengungsi ke tempat kerabat. Banjir juga menggenangi akses jalan sepanjang 8 meter dengan ketinggian air mencapai 60 cm.

Ia menyebut, Saat bencana berlangsung, situasi sempat terkendala oleh padamnya aliran listrik dan hilangnya jaringan seluler di lokasi kejadian.

Upaya Penanganan dan Kondisi Terkini

Merespons kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Agam langsung melakukan langkah cepat dengan berkoordinasi bersama pihak pemerintah kecamatan dan nagari guna pendataan logistik serta evakuasi warga.

"Kami juga langsung berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatra V untuk menindaklanjuti masalah pendangkalan aliran sungai yang menjadi pemicu utama luapan air," tambah Abdul Gafur.

Hingga Selasa pagi, kondisi di lokasi bencana dilaporkan sudah mulai kondusif. Air yang merendam rumah warga dan jalan raya dipastikan telah surut.

Warga Jorong Kubu yang sempat mengungsi dilaporkan sudah kembali ke rumah masing-masing.

Sementara itu, sebagian warga yang mengungsi di Jorong Labuah juga sudah mulai kembali untuk membersihkan rumah mereka dari sisa material banjir, meskipun cuaca di lokasi masih menyisakan hujan dengan intensitas ringan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang