Hasil Tes DNA Tulang Korban Erupsi Gunung Dukono, Polisi Tak Temukan Profil 2 WNA Singapura

Hasil Tes DNA Tulang Korban Erupsi Gunung Dukono, Polisi Tak Temukan Profil 2 WNA Singapura

HALMAHERA UTARA, KOMPAS.com - Polres Halmahera Utara, Maluku Utara (Malut) membeberkan hasil tes sampel DNA serpihan tulang belulang diduga dua Warga Negara Asing (WNA) asal Singapura yang menjadi korban erupsi Gunung Dukono pada 8 Mei 2026 lalu.

Diketahui, dua WNA bernama Heng Wen Qiang Timothy (30) dan Shahin Muhrez bin Abdul Hamid (27) itu menjadi korban saat mendaki Gunung Dukono bersama 18 orang lainnya.

Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu megatakan, hasil uji laboratorium DNA yang diterima dari Mabes Polri belum bisa memberikan kepastian identitasnya.

"Dari hasil uji DNA, tidak ditemukan profil pada tulang dua korban WNA pada kejadian erupsi Gunung Dukono beberapa bulan lalu," ujarnya, Kamis (9/7/2026), dilansir dari TribunTernate.

Terbitkan Surat Kematian untuk Keluarga Korban

Sebagai langkah hukum selanjutnya, Kapolres menegaskan pihaknya akan berkoordinasi untuk menerbitkan surat kematian resmi bagi kedua korban.

"Jadi kami akan mengeluarkan surat kematian dari Dokkes Polda Maluku Utara, menyesuaikan dengan hasil pemeriksaan DNA dari DVI Mabes Polri," katanya.

Menurut Erlichson, surat kematian itu dibuat untuk melengkapi administrasi dan diserahkan kepada pihak keluarga korban.

Diberitakan sebelumnya, dua WNA asal Singapura dilaporkan hilang saat erupsi Gunung Dukono pada Jumat (8/5/2025).

Kala itu, terdapat sebanyak 20 orang pendaki sedang berada di atas puncak. Di mana akhirnya 17 pendaki selamat dan tiga ditemukan tewas.

Dari tiga pendaki tewas, dua di antaranya berasal dari Singapura bernama Heng Wen Qiang Timothy (30) dan Shahin Muhrez bin Abdul Hamid (27).

Namun, terkait jasad dua WNA Singapura tersebut, petugas hanya berhasil mengevakuasi serpihan tulang-belulang karena tertimbun material abu vulkanik tebal.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang