Harta Bupati Pemalang Anom Widiyantoro yang Di-OTT KPK: Tembus Rp 21 M, Punya 18 Tanah-Bangunan

Harta Bupati Pemalang Anom Widiyantoro yang Di-OTT KPK: Tembus Rp 21 M, Punya 18 Tanah-Bangunan

PEMALANG, KOMPAS.com - Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak Selasa (28/7/2026). 

Di balik kasus yang kini tengah didalami penyidik, Anom diketahui memiliki total harta kekayaan mencapai Rp 21,3 miliar.

Budi menjelaskan, tim KPK lebih dahulu melakukan penyelidikan secara tertutup sebelum melakukan OTT terhadap para pihak yang diduga terlibat tindak pidana korupsi.

KPK mengamankan 21 orang dalam rangkaian operasi tersebut. Sebanyak lima orang diamankan di Jakarta, 15 orang di Pemalang, dan satu orang lainnya di Purworejo.

Dari lima orang yang diamankan di Jakarta, salah satunya merupakan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro. 

Budi mengatakan, kelimanya kini menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK.

"Selain itu, enam orang yang diamankan di Pemalang, dan satu orang yang diamankan di Purworejo, saat ini sedang perjalanan menuju KPK, untuk kebutuhan pemeriksaan lebih lanjut," kata Budi saat dihubungi Kompas.com, Rabu (29/7/2026).

"Selain mengamankan sejumlah 21 orang tersebut, tim juga mengamankan barang bukti diantaranya uang tunai dengan nilai lebih dari Rp 2 miliar," tambahnya.

Budi menjelaskan, kasus yang menjerat Anom berkaitan dengan dugaan penerimaan proyek-proyek di Pemalang dan jual-beli jabatan.

Berikut profil Anom beserta rincian harta kekayaannya.

Profil Bupati Pemalang Anom Widiyantoro

Mengacu pada laman Info Pemilu KPU, Anom Widiyantoro lahir di Cimahi, Jawa Barat, pada 20 Maret 1970.

Jenjang pendidikan dasarnya dimulai di SD St. Yusuf Cimahi. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan ke SMP Negeri 1 Cimahi dan SMA Negeri 4 Bandung.

Anom kemudian menempuh pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Diponegoro Semarang pada 1989 hingga 1996. 

Pendidikan tingginya berlanjut di Universitas Padjadjaran Bandung dengan mengambil program Magister Manajemen yang diselesaikan pada 2005.

Selain aktif di pemerintahan, Anom juga tercatat sebagai musisi Pemalang pada periode 2017-2024.