Harry Kane langsung membela Thomas Tuchel setelah pelatih kepala timnas Inggris itu memberikan penilaian yang sangat kritis terhadap kemenangan "Three Lions" di babak perempat final melawan Norwegia. Meskipun berhasil lolos ke semifinal Piala Dunia, pelatih asal Jerman itu sama sekali tidak puas dengan penampilan tim yang kurang meyakinkan di Miami.
Kane mendukung upaya Tuchel dalam mengejar kesempurnaan
Kane menegaskan bahwa kritik tajam Tuchel terhadap penampilan tim saat melawan Norwegia didorong oleh keinginan agar keunggulan yang ditunjukkan di lapangan latihan dapat diterjemahkan ke dalam pertandingan sesungguhnya. Meskipun Three Lions berhasil meraih kemenangan 2-1 berkat dua gol dari Jude Bellingham, Tuchel secara terbuka mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap penampilan tersebut, dengan menyebut tim itu "beruntung" serta menyoroti kurangnya kecepatan dan ketenangan teknis.
Kane yakin sang manajer hanya berusaha mempertahankan standar tinggi menjelang laga semifinal melawan Argentina. Berbicara mengenai pendekatan sang manajer, Kane mengatakan: "Ketika dia melihat kami berlatih dan melihat kekompakan serta apa yang bisa kami lakukan, terutama dengan para pemain yang kami miliki, cara kami menyerang, duel satu lawan satu, dan keterampilan kami… dia hanya ingin melihat versi terbaik dari kami. Dia tahu sebaik siapa pun bahwa hal itu tidak sesederhana itu; kami menghadapi lawan yang tangguh dan tim-tim yang kuat. Dia berusaha menggali potensi itu dari kami, dan kami sendiri tahu bahwa kami memiliki level lain yang bisa kami capai."
-
Getty Images Sport Tiga Singa Berusaha Mencapai Performa Terbaik
Meskipun Inggris berhasil melaju ke semifinal untuk keempat kalinya dalam sejarah mereka — setelah menjuarai turnamen pada 1966 dan finis di peringkat keempat pada 1990 dan 2018 — ada pandangan yang semakin kuat di dalam tim bahwa mereka belum mampu menampilkan performa yang konsisten selama 90 menit penuh. Kane mengakui bahwa timnya kesulitan menguasai permainan sepenuhnya selama turnamen di Amerika Utara ini, dan mengisyaratkan bahwa performa terbaik dari skuad yang dipenuhi bintang-bintang ini masih akan datang.
Penyerang Bayern Munich itu berkata: “Kami belum melihat [level terbaik] itu. Kami baru menunjukkannya sesekali. Saat melawan Norwegia pun hanya sesekali. Kami belum memiliki kendali penuh seperti yang kami inginkan dan yang saya rasa bisa kami capai. Namun, pada tahap turnamen ini, Anda bermain melawan tim-tim terbaik di dunia. Kami akan menghadapi salah satu tim terbaik di dunia di semifinal.”
Bellingham memicu ketegangan akibat reaksinya
Kritik tajam Tuchel terhadap penampilan tersebut tidak disukai oleh Bellingham, yang menanggapi dengan santai, "Ya, terserah deh," dan kemudian menambahkan, "Mungkin dia tidak tahu bagaimana rasanya bermain dalam kondisi seperti itu melawan Erling Haaland, [Martin] Odegaard, [Antonio] Nusa, [Alexander] Sorloth." Bintang Real Madrid itu menyoroti kondisi sulit di Miami sebagai faktor utama.
Kane dengan cepat meredam potensi ketegangan tersebut, dan justru berfokus pada ketangguhan tim serta kontribusi penting Bellingham. Baik Kane maupun Bellingham kini masing-masing telah mencetak enam gol dalam perebutan gelar pencetak gol terbanyak turnamen ini, hanya tertinggal dari Lionel Messi dan Kylian Mbappé (delapan gol) serta Erling Haaland (tujuh gol). Berbicara mengenai penampilan tersebut, Kane menyatakan: “Hal yang paling memuaskan adalah kami berhasil mencapai semifinal dan kami masih merasa bisa berkembang. Saya rasa ini bukanlah sesuatu yang perlu dirayakan secara berlebihan. Kami menunjukkan banyak hal positif – cara para pemain bertahan sebagai sebuah tim saat melawan Norwegia, cara kami menyerang … kami masih memiliki beberapa momen yang sangat bagus. Dan Jude tampil gemilang dengan mencetak beberapa gol lagi.”
-
Getty Images Sport Perhatian kini beralih ke semifinal Argentina
Kritik spesifik Tuchel berfokus pada ketidakmampuan Inggris mengatasi tekanan tinggi lawan serta kurangnya penetrasi di sepertiga akhir lapangan. Pelatih asal Jerman itu menyarankan para pemainnya “terlalu banyak berpikir” saat menguasai bola, yang berujung pada peluang-peluang yang terbuang. Dengan laga semifinal yang sangat krusial melawan Argentina yang akan segera berlangsung di Atlanta, tekanan pun semakin besar untuk menemukan solusi atas masalah-masalah taktis ini.
Menatap ke depan, Kane tetap optimis mengenai peluang Inggris untuk kembali mencapai final. “Ini merupakan era yang sangat sukses bagi tim nasional kami, dengan berhasil mencapai semifinal dan final, dan kami ingin melangkah lebih jauh. Itulah bagian yang masih kurang saat ini. Kami telah bersama selama enam minggu dan menunjukkan segenap semangat untuk membela lambang ini. Kami akan membutuhkan dorongan yang lebih besar lagi selama sekitar satu minggu terakhir ini,” tutup sang kapten.
SUKA CERITA INI?
Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami