Hari Ke-8 Dua Remaja Hilang di Gunung Bismo Belum Ditemukan, Waktu Pencarian Diperpanjang

Hari Ke-8 Dua Remaja Hilang di Gunung Bismo Belum Ditemukan, Waktu Pencarian Diperpanjang

WONOSOBO, KOMPAS.com – Operasi pencarian dua remaja asal Desa Krinjing, Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo, yang diduga hilang saat menuju Gunung Bismo, resmi diperpanjang setelah memasuki hari kedelapan belum membuahkan hasil.

Tim SAR gabungan memutuskan melanjutkan operasi selama 2 hari ke depan dengan tambahan personel dari Kantor SAR Semarang.

Dua remaja yang masih dalam pencarian tersebut adalah Arifin Nurohmat (18), yang akrab disapa Apin dan Yufaidin (15) atau Idin.

Keduanya dilaporkan meninggalkan rumah pada Selasa (30/6/2026) dan diduga menuju Gunung Bismo melalui jalur pendakian di Desa Krinjing, Kecamatan Watumalang.

Hingga Kamis (9/7/2026), pencarian telah memasuki hari kedelapan.

Berbagai upaya telah dilakukan tim SAR gabungan

Berbagai upaya telah dilakukan tim SAR gabungan dengan menyisir sejumlah jalur pendakian, kawasan hutan, hingga lereng Gunung Bismo.

Namun, keberadaan kedua remaja tersebut belum diketahui.

Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Wonosobo, Sabarno, mengatakan hasil koordinasi dengan Pos Basarnas Wonosobo menunjukkan operasi pencarian akan terus dilanjutkan karena belum ditemukan tanda-tanda keberadaan kedua korban.

"Hingga pencarian hari ke-8 hari ini belum ditemukan. Dari hasil komunikasi saya tadi siang dengan Koordinator Pos Basarnas Wonosobo, pencarian akan diperpanjang atau bisa berubah menurut kondisi lapangan," kata Sabarno, Kamis (9/7/2026).

Menurut dia, keputusan memperpanjang operasi diambil setelah dilakukan evaluasi terhadap hasil pencarian selama tujuh hari terakhir.

Tim SAR gabungan menilai peluang menemukan kedua remaja tersebut tetap ada sehingga operasi belum dihentikan.

Selain memperpanjang masa pencarian, Basarnas juga menambah kekuatan personel di lapangan.

Tambahan personel tersebut diharapkan dapat memperkuat penyisiran di sejumlah titik yang masih menjadi prioritas pencarian.

"Dan tadi telah diterjunkan dengan penambahan lima personel dari Kantor SAR Semarang," ujarnya.

Selama sepekan terakhir, operasi pencarian melibatkan ratusan personel dari berbagai unsur, di antaranya Basarnas, BPBD, TNI, Polri, relawan kebencanaan, komunitas pecinta alam, serta potensi SAR dari berbagai daerah.