JAKARTA, KOMPAS.com - Sebuah mobil listrik mewah BMW i5 berwarna hitam dengan pelat nomor B 77 NRI hancur diamuk massa, Senin (22/6/2026) pagi.
Insiden di pinggir Tol Kebon Jeruk ini rupanya merupakan buntut panjang dari aksi tabrak lari yang dilakukan pengemudi yang berinisial ASW (26) terhadap seorang pengendara ojek online (ojol).
Setelah menabrak hingga membuat korban terpental di Jalan Meruya Selatan, Kembangan, pelaku melarikan diri hingga akhirnya tertangkap di kawasan Kebon Jeruk.
Hantam driver ojol saat menyalip
Kecelakaan terjadi pada pukul 08.15 WIB di Jalan Meruya Selatan, tepatnya di depan Universitas Mercu Buana, Kembangan.
Berdasarkan rekaman video yang beredar, pengemudi ojol berinisial S (53) yang mengendarai motor Honda Supra B 6242 VDR tengah melaju normal di jalurnya.
Nahas, dari arah berlawanan muncul mobil BMW yang dikemudikan oleh ASW.
Mobil listrik tersebut melaju kencang dan nekat mengambil lajur berlawanan untuk menyalip kendaraan di depannya.
Akibatnya, benturan keras tak terhindarkan hingga S terpental dari motornya. Sementara kendaraannya terseret di aspal hingga ringsek dan menabrak meja sebuah warung makan di pinggir jalan.
Takut diamuk warga
Menyadari dirinya telah menabrak pemotor hingga terpental, ASW pun dilanda kepanikan.
Alih-alih berhenti untuk menolong korban S yang terkapar, ia justru memilih untuk tancap gas meninggalkan lokasi kejadian.
Kanit Lantas Polsek Kembangan, AKP Karta, menyebut bahwa alasan utama pelaku melarikan diri adalah karena ketakutan melihat massa yang meneriakinya.
"Ya betul (tabrak lari), menurut pengakuannya sopir mobil BMW itu, dia takut, menghindari amukan massa, jadi dia pergi," ungkap Karta saat dikonfirmasi Kompas.com melalui telepon, Senin.
ASW kemudian memacu mobil mewahnya melintasi rute dari Jalan Meruya Selatan, masuk ke Jalan Taman Aries, hingga berbelok ke Jalan Perjuangan yang mengarah ke gerbang masuk Tol Kebon Jeruk.
Mobil drusak
Aksi pelarian ASW akhirnya terhenti tepat di area sebelum Gerbang Tol Kebon Jeruk.
Laju mobilnya melambat drastis lantaran ban bagian depan tersangkut sebuah cone lalu lintas pembatas jalan.
Nikmati Fitur Lengkap KARIN dengan KOMPAS.com PLUS
Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.