JawaPos.com — Presiden FIFA Gianni Infantino resmi membatalkan rencana penjualan sebagian hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta setelah proposal tersebut memicu penolakan dari sejumlah konfederasi dan pejabat internal FIFA.
Rencana bernilai hingga USD 4,2 miliar atau sekitar Rp 75,6 triliun itu dihentikan karena dinilai menciptakan perpecahan dalam sepak bola dunia.
Mengapa FIFA Membatalkan Rencana Penjualan Hak Komersial?
Gianni Infantino menghentikan proposal FIFA Forward Enterprise (FFE) setelah mendengarkan berbagai pandangan dari pemangku kepentingan sepak bola dunia dalam proses konsultasi.
Menurut Infantino, proyek tersebut tidak lagi sejalan dengan tujuan awal FIFA karena telah menimbulkan perpecahan meski sejak awal pelaksanaannya bergantung pada dukungan mayoritas asosiasi anggota FIFA.
"Setelah mendengarkan dengan saksama seluruh pandangan yang ada, menjadi jelas bahwa proyek ini telah menciptakan perpecahan yang, terlepas dari seberapa besar dukungan yang ada, tidak lagi sejalan dengan tujuan yang ingin dicapai," kata Infantino.
Presiden FIFA itu menegaskan tujuan utama organisasi tetap menyatukan dan memajukan sepak bola di seluruh dunia.
"Tujuan kami selalu sama, yakni mempersatukan dan memajukan sepak bola. Karena itu, proposal ini tidak akan diteruskan," ujarnya.
Infantino juga berencana kembali mempertemukan pihak-pihak yang berkepentingan dalam beberapa pekan ke depan untuk mencari jalan bersama.
Fokus pembicaraan berikutnya diarahkan pada pengembangan sepak bola dunia, terutama di negara-negara yang paling membutuhkan dukungan.
JawaPos.com — Presiden FIFA Gianni Infantino resmi membatalkan rencana penjualan sebagian hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta setelah proposal tersebut memicu penolakan dari sejumlah konfederasi dan pejabat internal FIFA.
Rencana bernilai hingga USD 4,2 miliar atau sekitar Rp 75,6 triliun itu dihentikan karena dinilai menciptakan perpecahan dalam sepak bola dunia.
Mengapa FIFA Membatalkan Rencana Penjualan Hak Komersial?
Gianni Infantino menghentikan proposal FIFA Forward Enterprise (FFE) setelah mendengarkan berbagai pandangan dari pemangku kepentingan sepak bola dunia dalam proses konsultasi.
Menurut Infantino, proyek tersebut tidak lagi sejalan dengan tujuan awal FIFA karena telah menimbulkan perpecahan meski sejak awal pelaksanaannya bergantung pada dukungan mayoritas asosiasi anggota FIFA.
"Setelah mendengarkan dengan saksama seluruh pandangan yang ada, menjadi jelas bahwa proyek ini telah menciptakan perpecahan yang, terlepas dari seberapa besar dukungan yang ada, tidak lagi sejalan dengan tujuan yang ingin dicapai," kata Infantino.
Presiden FIFA itu menegaskan tujuan utama organisasi tetap menyatukan dan memajukan sepak bola di seluruh dunia.
"Tujuan kami selalu sama, yakni mempersatukan dan memajukan sepak bola. Karena itu, proposal ini tidak akan diteruskan," ujarnya.
Infantino juga berencana kembali mempertemukan pihak-pihak yang berkepentingan dalam beberapa pekan ke depan untuk mencari jalan bersama.
Fokus pembicaraan berikutnya diarahkan pada pengembangan sepak bola dunia, terutama di negara-negara yang paling membutuhkan dukungan.