46 Gempa Guncang Lampung dalam Sehari, BMKG: Pesisir Barat dan Tanggamus Tidak Saling Berkaitan

46 Gempa Guncang Lampung dalam Sehari, BMKG: Pesisir Barat dan Tanggamus Tidak Saling Berkaitan

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com - Sedikitnya 46 kali gempa bumi tercatat mengguncang wilayah Lampung, tepatnya di Kabupaten Pesisir Barat dan Tanggamus, sejak Sabtu (25/7/2026) dini hari hingga siang.

Data BMKG Stasiun Geofisika Kotabumi Lampung Utara mencatat, gempa yang terjadi memiliki kekuatan bervariasi, mulai magnitudo 1,1 hingga magnitudo 4,7.

Meski terjadi pada rentang waktu yang hampir bersamaan, BMKG memastikan kedua peristiwa tersebut tidak saling berkaitan.

Gempa dengan magnitudo terbesar terjadi di Kabupaten Pesisir Barat pada pukul 00.28 WIB dan dirasakan oleh masyarakat setempat.

Berdasarkan analisis BMKG, episenter gempa berada di koordinat 5,72 lintang selatan dan 103,90 bujur timur, atau sekitar 59 kilometer di selatan pesisir barat dengan kedalaman 31 kilometer.

Sementara itu, aktivitas gempa di Kabupaten Tanggamus tercatat terjadi puluhan kali di sekitar koordinat 5,38 hingga 5,42 lintang selatan.

Kendati demikian, hingga Sabtu siang, BMKG tidak menerima laporan adanya warga yang merasakan guncangan tersebut.

Aktivitas seismik terus dipantau

Analis BMKG Stasiun Geofisika Lampung Utara, Teguh, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan aktivitas seismik di dua wilayah tersebut.

"Benar, memang sejak tadi malam kami mencatat terjadi gempa di dua kabupaten di Lampung yakni Pesisir Barat dan Tanggamus."

"Namun untuk di Tanggamus kami tidak mendapatkan laporan masyarakat yang merasakan dampak gempa tersebut," kata Teguh, Sabtu.

Menurut Teguh, gempa di pesisir barat dan Tanggamus dipicu oleh mekanisme yang berbeda sehingga tidak memiliki keterkaitan satu sama lain.

"Tidak berhubungan antara gempa di pesisir barat maupun Tanggamus meski hampir di waktu bersamaan," ujarnya.

Ia menjelaskan, gempa di pesisir barat dipicu oleh aktivitas sesar bawah laut, yakni retakan pada kerak bumi di dasar laut yang terbentuk akibat pergerakan lempeng tektonik.

"Dari pengamatan, gempa yang terjadi di pesisir barat ini disebabkan lempengan sesar bawah laut, yakni retakan atau patahan pada kerak bumi di dasar laut yang terbentuk akibat pergerakan dan tumbukan lempeng tektonik sehingga memicu gempa," jelas Teguh.

Tidak berpotensi tsunami

Adapun rentetan gempa di Tanggamus dipicu oleh aktivitas Sesar Semangko yang membentang di Pulau Sumatera.