SIKKA, KOMPAS.com - Puluhan siswa Sekolah Dasar Kelas Jauh Bora Blupur di Desa Bura Bekor, Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di dalam tenda darurat.
Hal ini sudah berjalan lebih dari setahun lantaran gedung sekolah mereka roboh diterpa angin kencang.
“Bangunan kelas roboh sejak Januari 2025,” ujar Kepala SD Bora Blupur, Vakerianus saat dihubungi, Kamis (9/7/2026).
Vakerianus menyebut, sebanyak 32 siswa yang melaksanakan KBM dalam tenda darurat. Mereka merupakan siswa kelas I, II, III, dan IV.
Sementara kelas V dan VI melaksanakan KBM dalam satu bangunan yang sudah permanen.
“Satu ruangan itu disekat untuk kelas V dan VI,” katanya.
Dia menjelaskan, bangunan yang roboh tersebut sebelumnya dibangun secara swadaya oleh para orangtua siswa enam tahun yang lalu. Bangunan itu roboh akibat diterpa angin kencang.
Pihak sekolah dan orangtua siswa berupaya untuk membangun kembali ruang kelas darurat, hanya terkendala biaya.
Vakerianus mengungkapkan, sebelum adanya tenda darurat, aktivitas KBM sempat dilangsungkan di rumah-rumah warga.
Namun, lokasi rumah yang digunanakan untuk belajar cukup jauh. Kondisi tersebut tak hanya menyulitkan siswa, tetapi guru.
Selain minimnya fasilitas ruang kelas, kata dia, sekolah ini juga menghadapi kendala lain seperti fasilitas perpustakaan dan fasilitas penunjang lainnya yang sangat minim.
“Perpustakaan tidak ada, fasilitas lain masih kurang sama sekali,” katanya.
Vakerianus berharap adanya uluran tangan dari pemerintah untuk memberikan bantuan agar para siswa dapat kembali merasakan kenyamanan dalam proses belajar mengajar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang