KOMPAS.com - Tim nasional Spanyol baru saja memastikan diri sebagai pemenang Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Argentina dengan skor 1-0, Senin (20/7/2026) pagi waktu Indonesia.
Kemenangan skuad asuhan pelatih Luis de la Fuente dipastikan melalui gol tunggal Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu.
Namun, kemeriahan Piala Dunia tahun ini tidak melulu soal taktik di lapangan hijau. Pada pertunjukan paruh waktu, semarak ajang ini sukses mencuri perhatian dunia.
Penyanyi legendaris Shakira mengambil alih panggung bersama deretan musisi papan atas lainnya. Penampilannya membawakan lagu resmi turnamen, "Dai Dai", bukan sekadar hiburan jeda biasa, melainkan sebuah peristiwa bersejarah yang berkesan.
"Piala Dunia telah menjadi bagian dari perjalanan saya sejak lama, jadi diundang untuk tampil di pertunjukan paruh waktu pertama terasa sangat berarti," ungkap dia, melansir Vogue.
Penampilan dan makna mendalam di balik busana Shakira
Inspirasi warna senja dan nuansa nostalgia
Di panggung spektakuler itu, perempuan asal Kolombia ini menyanyikan tembang terbarunya dengan penuh gairah. Demi menyajikan aksi sempurna, ia memercayakan urusan busananya kepada kawan lamanya, desainer Fausto Puglisi dari rumah mode Roberto Cavalli.
Keduanya berkolaborasi dalam mewujudkan rancangan yang elok dipandang dan mampu menonjolkan karakter kuat sang bintang pop.
"Kami banyak berdiskusi tentang perasaan yang ingin diciptakan daripada sekadar pakaian itu sendiri," tutur Shakira.
"Dia mengerti bagaimana aku bergerak, bagaimana aku tampil, dan betapa pentingnya bagiku untuk merasa nyaman dan percaya diri di panggung," imbuh dia.
Mengenai proses merancang busana untuk momen monumental tersebut, Puglisi dengan penuh keyakinan menyatakan, "Aku dilahirkan untuk itu."
Rancangan khusus tersebut mengusung palet warna spesifik atas permintaan sang diva yang mendambakan perpaduan corak layaknya matahari terbenam.
Keinginan ini diterjemahkan sang desainer dengan merujuk pada bangunan bernuansa klasik di sebuah kawasan populer di Kota Meksiko, yaitu permukiman La Condesa. Hasilnya, harmoni warna merah muda terang, jingga, dan kuning membalut tubuhnya dengan sempurna.
"Dia sedang berada dalam suasana hati yang indah seperti senja berwarna jingga. Ini adalah sarannya. Senja jingga dan merah muda. Merah muda yang cerah," Puglisi berujar.
Lebih dari sekadar keindahan visual, busana ini turut didesain untuk mengajak ingatan penggemar kembali ke aksi panggung ikoniknya pada upacara penutupan Piala Dunia 2010.