KOMPAS.com - Chelsea dijatuhi denda sebesar 10 juta poundsterling atau sekitar 13,41 juta dolar AS (Rp241,7 miliar) oleh FA setelah mengakui sejumlah pelanggaran aturan pada masa lalu.
FA mengumumkan keputusan tersebut pada Jumat (31/7/2026). Pelanggaran itu dilaporkan sendiri oleh Chelsea setelah klub diambil alih konsorsium pimpinan Todd Boehly dan Clearlake Capital pada Mei 2022.
Dalam proses penyelidikan, Komisi Regulasi independen awalnya menjatuhkan hukuman pengurangan enam poin dengan status ditangguhkan hingga 30 Juni 2027.
Namun, Chelsea mengajukan banding dan Dewan Banding independen akhirnya membatalkan sanksi tersebut.
"Chelsea FC mengakui 74 pelanggaran Aturan FA E1.2 sebelum sidang dan Komisi Regulasi independen menjatuhkan pengurangan enam poin, yang ditangguhkan hingga 30 Juni 2027, dan denda £10 juta," jelas Asosiasi Sepak Bola Inggris dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters, Jumat (31/7/2026).
"Klub mengajukan banding terhadap pengurangan poin yang ditangguhkan dan Dewan Banding independen mengabulkan banding dan membatalkan sanksi ini setelah sidang lebih lanjut."
Terhindar dari Pengurangan Poin
Meski lolos dari ancaman pengurangan poin, Chelsea tetap menerima hukuman lain.
Klub asal London tersebut mendapat larangan mendaftarkan pemain selama dua bursa transfer, tetapi sanksi itu juga ditangguhkan hingga 30 Juni 2027.
Kasus ini berkaitan dengan berbagai pelanggaran regulasi, termasuk aturan mengenai investasi pihak ketiga dan kerja sama dengan perantara dalam aktivitas transfer.
FA memastikan denda sebesar 10 juta poundsterling bersifat final dan tidak dapat diajukan banding.
Dana tersebut akan dialokasikan untuk mendukung pengembangan sepak bola akar rumput di Inggris.
Sanksi ini menambah daftar hukuman finansial yang diterima Chelsea dalam beberapa bulan terakhir akibat pelanggaran pada periode sebelumnya.
Chelsea Sebut Bersikap Terbuka kepada Regulator
Chelsea menjelaskan bahwa klub telah melaporkan dugaan pelanggaran tersebut secara sukarela kepada seluruh regulator terkait sejak perubahan kepemilikan pada 2022.
"Pada tahun 2022, klub melaporkan sendiri potensi pelanggaran aturan historis kepada semua regulator yang berlaku," kata Chelsea dalam sebuah pernyataan.
"Setelah laporan itu, klub telah bekerja secara terbuka dan transparan dengan semua regulator, termasuk secara sukarela dan proaktif mengungkapkan ribuan dokumen."
Sebelumnya, pada Maret 2026, Chelsea juga menerima denda sebesar 10,75 juta poundsterling karena melanggar aturan Premier League (Liga Inggris).
Selain hukuman finansial, klub mendapat larangan transfer tim utama selama satu tahun dengan status ditangguhkan selama dua tahun, serta larangan mendaftarkan pemain akademi selama sembilan bulan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang