Enang-enang Rawan Longsor, Kementerian PU Siapkan Jembatan Werlah dan Shortcut

Enang-enang Rawan Longsor, Kementerian PU Siapkan Jembatan Werlah dan Shortcut

BENER MERIAH, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) berencana membangun jembatan shortcut di kawasan Enang-enang, Kabupaten Bener Meriah, Aceh.

Pembangunan ini ditujukan untuk memberikan alternatif akses transportasi yang lebih aman bagi masyarakat, terutama setelah kawasan tersebut terdampak bencana yang memengaruhi infrastruktur jalan dan jembatan.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan bahwa pembangunan shortcut ini akan menjadi salah satu solusi strategis agar masyarakat memiliki lebih dari satu jalur akses yang dapat digunakan.

"Alternatif ketiga, kita bikin shortcut di sebelah sana (kawasan Enang-enang)," kata Dody di Bener Meriah, Aceh, Rabu (8/7/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan setelah dirinya meninjau langsung kondisi Jembatan Enang-enang serta berdialog dengan masyarakat setempat terkait kebutuhan akses transportasi pascabencana.

Mengapa diperlukan pembangunan jembatan shortcut?

Kawasan Enang-enang merupakan jalur vital karena menjadi bagian dari jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Bireuen dengan wilayah dataran tinggi Gayo, meliputi Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues hingga Aceh Tenggara.

Namun, kondisi geografis yang rawan longsor membuat pembangunan jembatan permanen di lokasi lama dinilai berisiko tinggi.

Pemerintah pun memilih pendekatan berbeda dengan tidak membangun ulang jembatan permanen di titik yang sama.

"Jadi kalau kita permanenkan di situ, takutnya nanti itu kalau hujan deras, longsor lagi, tetap akan jadi masalah," ujarnya.

Dengan pertimbangan tersebut, pembangunan jembatan shortcut di lokasi yang lebih aman dinilai sebagai solusi jangka panjang untuk mengurangi risiko gangguan akses akibat bencana.

Bagaimana konsep pembangunan jembatan baru?

Jembatan shortcut yang direncanakan akan memiliki kapasitas beban maksimum hingga 30 ton.

Hal ini memungkinkan kendaraan angkutan barang tetap dapat melintas dan mendukung aktivitas logistik masyarakat.

"Kita bikin maksimum 30 ton (beban untuk jembatan shortcut)," kata Dody dikutip dari Antara.

Selain itu, jembatan lama Enang-enang tidak akan dirobohkan. Infrastruktur tersebut tetap difungsikan sebagai jalur alternatif, khususnya untuk kendaraan ringan dan kebutuhan lokal masyarakat.

Pemerintah merancang setidaknya tiga alternatif jalur yang dapat digunakan masyarakat di kawasan tersebut, yaitu:

  • Jembatan Enang-enang lama sebagai jalur alternatif pertama untuk kendaraan kecil
  • Jembatan di kawasan Werlah, Kecamatan Pintu Rime Gayo, sebagai alternatif kedua
  • Jembatan shortcut baru di sekitar Enang-enang sebagai alternatif ketiga

Selain membangun jembatan di Werlah, Kementerian PU juga akan melakukan pelebaran jalan kabupaten di kawasan tersebut. Lebar jalan yang semula sekitar empat meter akan ditingkatkan menjadi enam meter guna mendukung kelancaran arus kendaraan.

"Alternatif yang kedua bagi masyarakat (jembatan Werlah). Alternatif ketiga, kita bikin shortcut di sebelah sana (dekat Jembatan Enang-enang) kalau ke Werlah mungkin agak jauh. Jadi nanti akan ada tiga alternatif jalan bagi masyarakat," demikian Dody Hanggodo.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Menteri PU Dody Hanggodo Tinjau Jalan Enang-Enang, Ambil Alih Penguatan Konstruksi".

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang