MURATARA, KOMPAS.com – Empat mahasiswa Universitas Silampari (Unpari) Lubuklinggau yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Rantau Kadam, Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara),Sumatera Selatan tenggelam setelah perahu yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan.
Dari kejadian tersebut, tiga orang berhasil selamat, sementara satu mahasiswa bernama Jadi Romadin (21), warga SP 11, Kecamatan Nibung, Kabupaten Muratara, tewas tenggelam.
Kejadian bermula saat perahu yang ditumpangi keempat mahasiswa menabrak sebatang kayu di aliran Sungai Rawas. Benturan tersebut menyebabkan perahu oleng hingga para penumpangnya terjatuh ke sungai dan hanyut terbawa arus.
Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi melihat kejadian itu kemudian menolong para korban hingga akhirnya tiga orang berhasil diselamatkan.
Amir (40), salah seorang warga Desa Rantau Kadam, mengatakan, ia mendengar teriakan minta tolong dari arah sungai saat sedang berada di tepi Sungai Rawas.
"Saya melihat ada orang tenggelam sambil berteriak meminta tolong. Kemudian saya langsung memanggil warga lainnya untuk membantu melakukan penyelamatan," ujarnya, Senin, (27/6/2026).
Menurut Amir, seluruh korban akhirnya berhasil ditemukan. Namun, satu mahasiswa tidak dapat diselamatkan karena diduga terseret derasnya arus sungai.
"Satu orang meninggal dunia karena terseret arus sungai yang begitu deras," katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Musi Rawas Utara, Hasbi, membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Ia mengatakan, setelah menerima laporan, tim BPBD langsung menuju lokasi untuk membantu proses evakuasi bersama masyarakat.
"Benar, ada empat mahasiswa KKN Unpari yang tenggelam di Sungai Rawas. Tiga dinyatakan selamat dan satu orang meninggal dunia," ujar Hasbi.
Menurutnya, ketiga mahasiswa yang selamat langsung dievakuasi dan mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Karang Dapo.
"Sekarang tiga mahasiswa yang selamat dirawat di Puskesmas Karang Dapo, sedangkan satu korban yang meninggal dunia masih menunggu pihak keluarga untuk dibawa pulang ke rumah duka," jelasnya.
Terpisah, Kapolsek Karang Dapo, Iptu Rusdan Muslim, menambahkan, mereka saat ini masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kecelakaan perahu yang ditumpangi oleh empat mahasiswa tersebut.
"Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara pasti penyebab kecelakaan perahu yang mengakibatkan seorang mahasiswa KKN meninggal dunia tersebut," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang