KOMPAS.com - Orang terkaya di dunia, Elon Musk, kembali melontarkan sindiran terhadap platform jejaring profesional LinkedIn.
Kali ini, Musk menyebut aktivitas membuat unggahan (posting) di LinkedIn sebagai sesuatu yang "cringe".
Dalam bahasa gaul, "cringe" merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang terasa aneh, berlebihan, memalukan, atau dibuat-buat sehingga membuat orang lain merasa tidak nyaman saat melihatnya.
Komentar tersebut disampaikan Musk saat menanggapi unggahan pengguna X dengan handle nama @craigweiss.
Dalam unggahannya, Weiss menulis bahwa membaca postingan di LinkedIn membuatnya "kehilangan kepercayaan kepada kemanusiaan". Ia juga berpendapat bahwa para entrepeneur terbaik tidak menggunakan LinkedIn.
Menanggapi unggahan tersebut, Musk hanya menulis singkat "Posting in LinkedIn is cringe," atau jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia berarti "Mengunggah di LinkedIn itu cringe".
Posting on LinkedIn is cringe
— Elon Musk (@elonmusk) June 24, 2026
Cuitan Musk kemudian viral dan memicu beragam tanggapan dari warganet. Ada sebagian pengguna yang setuju dengan pendapat Musk dan menilai LinkedIn kini dipenuhi unggahan yang terasa dibuat-buat.
Sementara itu, sebagian warganet menyatakan bahwa LinkedIn tetap menjadi platform penting untuk membangun karier dan jaringan profesional, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari IndianExpress.
Kritikan Musk terhadap LinkedIn sebenarnya bukan hal baru.
Dalam beberapa tahun terakhir, ia berulang kali menyindir platform milik Microsoft tersebut karena dianggap dipenuhi aktivitas promosi diri dan unggahan karier yang terkesan dibuat-buat.
Di internet sendiri, ada satu istilah berupa "LinkedIn Cringe" untuk menggambarkan fenomena tersebut. Istilah ini merujuk pada unggahan di LinkedIn yang dianggap terlalu pencitraan atau tidak tulus.
Sebagai contoh, pengguna LinkedIn kerap membagikan promosi diri (self-promotion), cerita pengalaman pribadi yang dikemas menjadi pelajaran karier, hingga menggunakan istilah-istilah korporat yang berlebihan.
Yang menarik, komentar Musk seolah tergambar pada profil LinkedIn CEO baru Apple, John Ternus. Meski telah berkarier lebih dari dua dekade di Apple, akun LinkedIn Ternus justru nyaris kosong tanpa unggahan.
Sorotan terhadap profil LinkedIn Ternus berawal dari seorang pengguna Reddit yang membagikan tangkapan layar akun tersebut usai Apple mengumumkannya sebagai CEO baru perusahaan.
Alih-alih dipenuhi unggahan soal pencapaian karier atau motivasi kepemimpinan seperti yang umum ditemukan di LinkedIn, profil Ternus justru terlihat sangat sederhana.