KOMPAS.com - Meditasi telah menjadi salah satu praktik yang semakin populer karena manfaatnya bagi kesehatan fisik maupun mental.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa meditasi dapat membantu mengurangi stres, kecemasan, meningkatkan kualitas tidur, hingga menjaga kesehatan jantung. Namun, kapan sebenarnya waktu terbaik untuk bermeditasi?
Psikolog sekaligus pakar mindfulness Elisha Goldstein mengatakan, meditasi adalah latihan untuk menyadari apa yang sedang terjadi pada saat ini.
"Meditasi adalah memberikan perhatian dengan sengaja disertai rasa ingin tahu. Ini tentang menyadari dan benar-benar hadir pada momen saat ini," ujar Goldstein, seperti dikutip Best Health, Sabtu (4/7/2026).
Kapan waktu terbaik untuk meditasi?
Meditasi pada pagi hari membantu memulai hari dengan lebih tenang
Banyak ahli merekomendasikan pagi hari sebagai waktu ideal untuk bermeditasi. Setelah bangun tidur, pikiran masih relatif segar sehingga lebih mudah berkonsentrasi sebelum berbagai aktivitas dimulai.
Goldstein menjelaskan, meditasi pagi membantu seseorang menjalani hari dengan lebih sadar, tenang, dan fokus terhadap tujuan yang ingin dicapai.
"Saya pikir pagi adalah waktu yang sangat baik untuk bermeditasi. Meditasi membantu pikiran menjadi lebih ingin tahu, lebih membumi, dan lebih sadar terhadap niat yang ingin dijalani sepanjang hari," kata Goldstein.
Ia juga menyarankan agar meditasi dipadukan dengan rutinitas pagi, misalnya setelah membuat teh atau kopi. Cara ini dinilai dapat membantu membangun kebiasaan secara konsisten.
Setelah bekerja, meditasi membantu melepaskan stres
Selain pagi hari, waktu setelah pulang kerja juga dinilai efektif. Masa transisi dari pekerjaan menuju waktu bersama keluarga sering kali dipenuhi kelelahan maupun tekanan emosional.
Goldstein menyarankan untuk berhenti sejenak selama beberapa menit sebelum memasuki rumah. Momen tersebut dapat dimanfaatkan untuk menenangkan pikiran sekaligus menentukan bagaimana seseorang ingin menjalani sisa harinya.
Meditasi singkat setelah bekerja juga dapat membantu sistem saraf menjadi lebih rileks sehingga tubuh tidak terus membawa stres pekerjaan hingga malam hari.
Sebelum tidur dapat meningkatkan kualitas istirahat
Bagi orang yang sulit tidur atau sering mengalami insomnia, meditasi sebelum tidur juga menawarkan manfaat yang besar.
Psikoterapis Marianela Medrano mengatakan, meditasi berbasis pernapasan mampu membantu menenangkan sistem saraf setelah menjalani hari yang sibuk.
"Meditasi sebelum tidur berpotensi menenangkan sistem saraf setelah hari yang melelahkan. Meditasi yang berfokus pada napas menjadi cara yang sangat baik untuk mengakhiri hari," ujar Medrano.
Goldstein mengaku pernah mengalami insomnia dan terbantu melalui meditasi body scan, yaitu teknik mengarahkan perhatian secara perlahan ke setiap bagian tubuh hingga tubuh menjadi lebih rileks dan siap beristirahat.