KOMPAS.com - Unggahan yang mengklaim penggunaan sunscreen atau tabir surya dapat menyebabkan kanker kulit kembali ramai beredar di media sosial.
Klaim tersebut mengacu pada sebuah studi di Inggris yang disebut menemukan bahwa semakin sering seseorang memakai sunscreen, semakin tinggi risiko terkena kanker kulit.
Namun, klaim itu tidak sepenuhnya benar.
Melansir Reuters Fact Check (3/7/2026), studi tersebut tidak menyimpulkan bahwa sunscreen menyebabkan kanker kulit.
Peneliti justru menilai hasil penelitian itu disalahartikan dan menegaskan bahwa penggunaan sunscreen tetap menjadi salah satu cara yang direkomendasikan untuk melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet (UV).
Studi tidak membuktikan sunscreen menyebabkan kanker
Reuters menjelaskan bahwa klaim tersebut berasal dari penelitian yang dipublikasikan pada 2023 di jurnal Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention.
Penelitian itu menganalisis data peserta UK Biobank untuk melihat hubungan antara variasi genetik, faktor lingkungan, dan perilaku yang berkaitan dengan risiko kanker kulit.
Hasilnya memang menunjukkan bahwa orang yang melaporkan lebih sering menggunakan sunscreen juga memiliki risiko kanker kulit yang lebih tinggi.
Temuan tersebut hanya menunjukkan hubungan (asosiasi), bukan bahwa sunscreen menjadi penyebab kanker.
Penulis senior penelitian, Dr. Ivan Litvinov, menjelaskan bahwa hasil tersebut kemungkinan besar dipengaruhi oleh perilaku pengguna sunscreen.
Fenomena "paradoks sunscreen"
Dr. Litvinov, peneliti dermatologi dari McGill University di Montreal, menjelaskan adanya fenomena yang dikenal sebagai "paradoks sunscreen" (sunscreen paradox).
Menurutnya, sebagian orang yang memakai sunscreen justru merasa terlindungi sepenuhnya sehingga menghabiskan waktu lebih lama di bawah sinar matahari tanpa melakukan perlindungan tambahan.
"Sebagian pengguna sunscreen menghabiskan lebih banyak waktu di bawah sinar matahari tanpa menerapkan langkah perlindungan lain. Hal ini dapat menyebabkan paparan sinar matahari lebih lama, kulit lebih mudah terbakar, dan muncul rasa aman yang keliru," kata Litvinov.
Ia menegaskan bahwa penggunaan sunscreen yang benar, disertai langkah perlindungan lain terhadap sinar matahari, justru dapat menurunkan risiko kanker kulit.
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app