KOMPAS.com - Kiper Timnas Indonesia, Cahya Supriadi, mewaspadai Timnas Vietnam pada gelaran Piala AFF 2026 atau ASEAN Championship 2026.
Menurutnya, Vietnam bisa menghalalkan berbagai cara untuk menjatuhkan Indonesia.
Pada dua edisi beruntun, skuad Garuda berada di grup yang sama dengan Vietnam di ajang Piala AFF.
Dua tahun lalu atau Piala AFF 2024, Vietnam dan Indonesia sama-sama tergabung di Grup B.
Namun, Indonesia gagal melaju lebih jauh dari fae grup setelah finis di peringkat ketiga dengan empat poin.
Salah satu faktornya adalah kekalahan 0-1 dari Vietnam.
Cahya yang dua tahun lalu turun sebagai kiper utama tim Merah Putih menyatakan tahun ini menjadi momen yang tepat untuk membalas kekalahan tersebut.
Dia juga mewanti-wanti agar skuad Garuda bekerja lebih keras dari Vietnam untuk bisa memetik kemenangan.
"Mungkin tahun ini waktunya balas dendam buat Vietnam. Kita kerja keras, karena tahu Vietnam bisa menghalalkan segala macam cara agar dia bisa menang," kata Cahya dalam acara diskusi Water Break bertajuk 'ASEAN HYUNDAI CUP 2026: Menjemput Gelar Pertama Indonesia' yang digelar di N Brand Experience Center, SCBD, Jakarta, Jumat (3/7/2026).
"Pada intinya kita harus bisa lebih kerja keras dibandingkan Vietnam. Kalau Vietnam bisa seperti itu, kita bisa lebih dari itu," lanjutnya.
Siap Balas Kekalahan
Sementara itu, Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, menyatakan kesiapan Indonesia untuk membalas hasil minor dua tahun lalu.
Dia menyatakan Timnas Indonesia akan mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan untuk bisa memenangkan turnamen Piala AFF 2026.
"Saya jujur saja kalau lawan Vietnam udah khatam lah. Seperti tadi Cahya sampaikan, segala cara dilakukan. Ingat ya, kali ini, kita akan balas itu semua," ungkap Sumardji.
"Kalau kita ingin memenangkan suatu peperangan, maka yang harus kita persiapkan adalah segala sesuatu yang memang bisa kita memenangkan peperangan itu."
"Maka, kali ini dari evaluasi yang cukup panjang itu, nanti kita combine jadi satu, kita jadikan suatu kekuatan yang bisa memenangkan suatu peperangan," tegas dia.