KOMPAS.com - Apresiasi dan ucapan selamat diberikan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), Richard Tampubolon atas raihan medali pada kejuaraan WT President Cup Oceania 2026 dan Australia Open.
Prestasi gemilang didapat oleh atlet taekwondo Indonesia dalam ajang WT President Cup Oceania 2026 dan Australia Open 2026 yang digelar pada 18-19 dan 20-21 Juni 2026 di Gold Coast Sports and Leisure Centre, Carrara, Queensland, Australia.
Kontingen Taekwondo Indonesia meraih medali perunggu di WT President Cup 2026 dan medali perak di Australia Open 2026 melalui Aziz Hidayat.
Selain Aziz, PBTI juga menurunkan Raihan Fadhilah di kelas 80 kilogram, Khavka Zhaviv di kelas 63 kilogram, dan M Rizal di nomor individual putra seni atau Poomsae.
Prestasi di Australia Diraih di Tengah Keterbatasan
Komentar diberikan oleh Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBTI, Adhy Ariansyah atas prestasi yang diraih oleh atlet Indonesia di WT President Cup Oceania 2026 dan Australia Open 2026.
"President Cup G3 merupakan bagian penting dari program Pelatnas Taekwondo Indonesia dalam rangka mempersiapkan atlet menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026 pada bulan Oktober serta SEA Games Kuala Lumpur 2027," kata Adhy dalam rilis yang diterima Kompas pada Minggu (21/6/2026).
"Di tengah berbagai keterbatasan anggaran dari Kementerian Pemuda dan Olahraga pada tahun ini, kami tetap berupaya menjalankan program secara optimal berkat dukungan penuh dari Ketua Umum PBTI beserta seluruh jajaran pengurus."
"Dukungan tersebut menjadi motivasi besar bagi tim untuk terus berjuang dan memberikan hasil terbaik bagi Indonesia," imbuhnya.
Perjalanan Aziz Hidayat dan Taekwondoin Indonesia di Australia
Aziz Hidayat mulanya mampu tampil bagus di babak perempat final WT President Cup 2026 ketika mengalahkan wakil Jepang, Ohara Keishin.
Taekwondoin Indonesia itu mampu menang dua ronde 20-12 dan 16-0 untuk melaju ke babak semifinal dan memastikan medali perunggu.
Pada babak semifinal, Aziz harus menyerah dari Gun Youngsuk Ethan dengan kekalahan tipis 8-9 di ronde pertama dan 12-16 di ronde kedua.
Selain itu, perjalanan Khavka Zhaviv yang turun di kelas 63 kilogram WT President Cup juga menarik dengan mampu menang mutlak dua ronde atas wakil tuan rumah, Marthin Jack di babak 32 besar dengan skor 19-7 dan 27-9.
Selepas tampil bagus di babak 32 besar, Khavka kemudian terhenti di babak 16 besar usai kalah dari wakil Taiwan, Huang Cho Cheng dengan skor 0-8 dan 5-7.
Serupa dengan Khavka, Raihan Fadhilah yang turun di kelas 80 kilogram juga kalah di babak 16 besar dari wakil Arab Saudi, Hamedi Tareq.
Setelah kalah dari Tareq di ronde pertama dengan 3-15, Raihan kemudian mampu mengambil ronde kedua dengan skor 11-8.
Namun, perwakilan Taekwondo Indonesia itu harus menyerah di ronde ketiga dengan skor 7-18 dan gagal lolos dari babak 16 besar.
Sementara, di ajang Australia Open 2026, Aziz mampu memperbaiki prestasi dengan mendapatkan medali perak.
Aziz yang mampu melaju ke babak final dihentikan oleh wakil Brasil, De Moraes Giovanni Aubi dalam tiga ronde dengan skor 12-17, 10-2, dan 12-14.
Pencapaian Aziz dalam dua ajang ini menjadi bukti bahwa atlet Taekwondo Indonesia mampu bersaing dan terus meraup poin penting demi berlaga di ajang Asian Games Aichi Nagoya 2026 dan SEA Games Kuala Lumpur 2027.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarangUnduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app