JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang pengemudi taksi online bernama Glenn Victor Kasakeyan (39) mengamuk dan merusak mobil pengendara lain di kawasan Danau Sunter Utara, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Panit V Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKP Nurul Farouq Fadillah mengatakan, peristiwa tersebut karena pelaku emosi saat berselisih paham di jalanan.
"Pelaku murni karena emosi. Sudah kami cek urine (terkait narkotika dan minuman keras) namun semuanya negatif," ujar Farouq dalam keterangan tertulisnya, Jumat (10/7/2026).
Berdasarkan hasil penyelidikan, insiden ini disebabkan pelaku yang emosi saat korban tak memberikan jalur ketika sama-sama melintas di kawasan Danau Sunter.
"Kemudian saat belok, korban enggan memberikan jalur kepada pelaku sehingga sempat hampir terjadi senggolan, sehingga terlapor (pelaku) merasa tidak terima," kata Farouq
Rasa tidak terima tersebut membuat pelaku tersulut emosi dan sontak memaki korban.
Ia nekat turun dari mobil Honda Calya berwarna silver yang dikendarainya, mencegat mobil korban, dan memicu keributan di tengah jalan raya.
"Pelaku yang merasa tidak terima itu kemudian nekat turun dari mobilnya, dan setelahnya terjadi keributan antara dirinya dengan korban," ucap Farouq.
Awalnya, hanya terjadi cekcok mulut dan pelaku memaksa dan meminta korban agar turun dari kendaraannya.
Namun, korban enggan keluar dari mobil dan memilih untuk tetap merekam kejadian arogansi tersebut dari dalam menggunakan kamera dasbor (dashcam).
Lantaran permintaannya tak digubris, pelaku akhirnya melampiaskan kemarahannya secara membabi buta pada kendaraan milik korban.
"Lalu terlapor melakukan pemukulan terhadap mobil korban serta merusak kaca spion kanan. Ia juga mematahkan dua buah wiper dan menyebabkan kerusakan pada bodi mobil," ujar Farouq.
Akibat perusakan dan tindakan anarkis tersebut, korban ditaksir mengalami kerugian materiel hingga mencapai Rp 50 juta.
Meski kerugian material mencapai puluhan juta rupiah, korban menutup pintu mediasi atau perdamaian dengan pelaku.
"Sampai dengan saat ini begitu, korban tidak mau damai dan mau melanjutkan proses hukum," jelas Farouq.
Nikmati Fitur Lengkap KARIN dengan KOMPAS.com PLUS
Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.