Dokter Tifa Akui Sempat Masuk Sel dan Pakai Baju Tahanan: Saya Mau Main Congklak

Dokter Tifa Akui Sempat Masuk Sel dan Pakai Baju Tahanan: Saya Mau Main Congklak

JAKARTA, KOMPAS.com - Tersangka kasus tudingan ijazah Jokowi palsu, Tifauzia Tyassuma mengaku sudah sempat ditahan di Mapolda Metro Jaya usai ditangkap secara paksa pada Jumat (19/6/2026) lalu.

Saat itu, dia sudah selesai diperiksa oleh penyidik dan dokter. Lalu dia bersama Roy dibawa ke Unit Tahanan Titipan Direktorat Perawatan Tahanan dan Barang Bukti.

Mereka diminta menggunakan seragam tahanan berwarna oranye. Tifa mengaku tak menolak sama sekali saat itu.

Tifa ditempatkan di dalam sel yang berisi lima tahanan perempuan lainnya. Menurut penyidik, di antara mereka adalah pelaku judi online. Tifa sampai sudah mulai beradaptasi dengan kelimanya.

“Saya masuk ke sel. Nah sudah mulai beradaptasi lah di sel. Jadi saya sudah jadi tahanan, sudah di sel, sudah pakai baju oranye,” kata Tifa dalam konferensi pers di Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (24/6/2026).

Dia berkenalan dengan tahanan lain dan berbincang singkat. Tiba-tiba dia mendengar suara berisik dari sel di samping.

Saat itu Tifa penasaran dan ingin bergabung saat diberi tahu bahwa sel tetangga sedang bermain congklak.

“Saya sudah interaksi, berkenalan dengan teman-teman satu sel,” kata dia.

Dia mengaku ingin bergabung, tetapi tubuhnya cukup lelah karena sudah terjaga sejak pagi buta. Saat hendak tidur, dia hanya melihat tiga bantal yang tersedia dan mengurungkan niatnya.

Kemudian dia harus dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Mulanya dia tak menaruh curiga, karena kondisi kesehatannya memang menurun dalam sehari. Dia juga merasa bahwa tubuhnya butuh bantuan perawatan medis yang baik.

Tifa kembali diminta mengenakan baju tahanannya. Dia tak menolak, tetapi kuasa hukum dan simpatisannya menyebut bahwa mereka sengaja diminta mengenakan baju tahanan untuk dipamerkan kepada publik.

Di rumah sakit, dokter memutuskan Tifa dan Roy harus dirawat. Padahal Tifa mengaku tak masalah jika harus kembali ke tahanan di Mapolda Metro Jaya.

“Saya siap saja kalau mau dipulangkan ke tahanan. Saya mau main congklak. Nah tapi ternyata diminta dirawat,” kata dia.

Akhirnya Roy dan Tifa tak jadi ditahan, baik di Polda Metro Jaya maupun Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Namun Tifa mengaku sempat diminta dipakaikan borgol dalam perjalanan menuju kantor Kejari Jaksel.

Nikmati Fitur Lengkap KARIN dengan KOMPAS.com PLUS

Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.